Polda Sultra Sita 48 Dos Rokok Ilegal Merek Savoy di Kendari, Diduga dari Surabaya


Kendari - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Subdirektorat 3 Industri dan Perdagangan (Indagsi) menggagalkan peredaran rokok ilegal merek Savoy di Kota Kendari.
Pengungkapan tersebut dilakukan pada Jumat (14/8) di tiga lokasi berbeda. Polisi mengamankan sebanyak 48 dos rokok yang diduga ilegal serta empat orang yang diduga terlibat dalam peredarannya.
Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Andi Sofyan, didampingi Kompol Rahmat Zam-Zam, membenarkan pengungkapan tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor Ditreskrimsus Polda Sultra, Minggu (16/8).
“Ditreskrimsus Polda Sultra telah melakukan pengungkapan kasus rokok ilegal merek Savoy pada hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026, dari tiga TKP di Kota Kendari,” kata Andi Sofyan.
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan kejanggalan pada pita cukai yang digunakan. Rokok tersebut tercantum memiliki pita cukai dengan keterangan isi 12 batang, sementara dalam kemasan terdapat 20 batang rokok.
Selain itu, pita cukai yang digunakan diduga tidak sesuai dengan merek dagang rokok. Pita cukai tersebut tercatat berasal dari perusahaan lain dengan merek Willstar.
Andi Sofyan mengatakan, barang bukti dan perkara tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Bea Cukai Kendari untuk proses penindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Untuk penanganan lebih lanjut perkara ini kami akan serahkan ke Bea Cukai Kendari untuk dilakukan penindakan lebih lanjut yang memiliki kewajiban sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” jelasnya.
Berdasarkan penelusuran awal penyidik, rokok merek Savoy tersebut diduga berasal dari Surabaya dan telah mulai beredar di wilayah Sulawesi Tenggara sejak Februari 2026.
Penyidik juga menduga pemilik pabrik rokok Savoy tidak mengantongi izin produksi yang sah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Saat ini, empat orang yang diamankan bersama puluhan dos rokok tersebut masih menjalani proses penanganan lebih lanjut. Sementara itu, kepastian terkait pelanggaran cukai dan status hukum barang bukti akan ditindaklanjuti oleh Bea Cukai Kendari.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaNgeri! Pengendara Motor Nyaris Dibacok di Depan Kampus UHO Kendari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







