Police Line Kasus Penikaman di THM Exodus Kendari Dirusak


Kendari - Garis polisi atau police line yang dipasang di lokasi penikaman di Tempat Hiburan Malam (THM) Exodus Kendari dilaporkan dirusak dan dipindahkan oleh orang tak dikenal.
Sebelumnya, usai insiden penikaman yang terjadi pada 5 Mei 2026 lalu, Satreskrim Polresta Kendari langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang police line untuk kepentingan penyelidikan.
Namun, beberapa waktu kemudian, garis polisi tersebut ditemukan dalam kondisi rusak dan tidak lagi berada di posisi semula.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait dugaan perusakan police line di lokasi kejadian.
“Ada laporan dari warga bahwa police line telah dirusak dan dibuka. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim mengecek kebenarannya dipimpin Kanit Pidum bersama tim identifikasi,” kata AKP Welliwanto Malau, Jumat (8/5).
Dari hasil pengecekan di lokasi, polisi menemukan bahwa garis polisi memang telah dirusak. “Dan memang benar bahwa police line telah dirusak dan dibuka atau disobek,” ujarnya.
Tak hanya rusak, posisi police line juga diketahui sudah berpindah dari lokasi awal pemasangan.
“Police line juga sudah berubah posisi, sudah dilepas dan ditaro di belakang,” tambahnya.
Perusakan garis polisi sendiri dapat dikenakan sanksi pidana apabila dilakukan dengan maksud menghilangkan atau merusak jejak tindak pidana sehingga menghambat proses penyelidikan aparat penegak hukum.
Diketahui, kasus penikaman di Exodus Kendari terjadi pada 5 Mei 2026 sekitar pukul 03.45 Wita di area parkiran THM tersebut. Dua korban masing-masing berinisial AN (28) dan AB (26) mengalami luka-luka akibat insiden itu.
Kasus perkelahian hingga penikaman di THM Exodus Kendari bukan kali pertama terjadi. Sejumlah insiden serupa sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi hiburan malam tersebut.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaAnggota BPK RI Asal Sultra Haerul Saleh Meninggal Dunia Akibat Kebakaran Rumah
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







