Polisi Beberkan Modus dan Jumlah Dana yang Diduga Digelapkan Andi Ady Aksar


Kendari - Polresta Kendari menetapkan Andi Ady Aksar sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dalam jabatan PT Kabaena Kromit Pratama (KKP).
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, menjelaskan modus dugaan penggelapan yang diduga dilakukan AAA atau Andi Ady Aksar.
Kata Fitrayadi, saat itu Andi Ady Aksar yang menjabat sebagai Direktur Utama PT KKP mengeluarkan sejumlah dana dari rekening perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Dana perusahaan tersebut ditransfer ke beberapa rekening, antara lain rekening pribadinya, rekening istrinya, dan rekening pihak lain.
"Jadi, dana PT KKP di dalam rekening PT KKP dimana direktur utamannya pada saat itu adalah AAA. Waktu itu dia (AAA) bisa mengeluarkan dana, sehingga dana di rekening PT KKP dikeluarkan untuk kepentingan pribadi, ada yang ditransfer ke rekening pribadinya, ada yang ditransfer ke rekening istrinya, ada juga ke tempat lain. Jumlahnya kurang lebih 34 miliar sekian-sekian," jelas Fitrayadi.
Lalu, apakah akan ada tersangka lain dalam kasus tersebut, Fitrayadi bilang masih menunggu hasil pemeriksaan AAA sebagai tersangka.
"Kalau yang bersangkutan nanti menjelaskan ada indikasi penerima lain, akan kami lakukan gelar perkara selanjutnya," jelasnya.
Dalam kasus tersebut, Andi Ady Aksar dijerat dengan Pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama lima tahun.
Bunyi Pasal 374 KUHP:
"Penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun,"
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaPolresta Kendari Tetapkan Andi Ady Aksar Jadi Tersangka
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







