Polisi Sita 70 Liter Arak dalam Operasi Pekat di Kendari


Kendari - Komitmen Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam memberantas penyakit masyarakat terus dipertegas melalui Operasi Pekat Anoa 2026.
Terbaru, personel Ditsamapta Polda Sultra berhasil menggagalkan peredaran minuman keras (miras) ilegal dalam jumlah besar di wilayah Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Kamis (4/6/2026).
Patroli yang digelar pada pagi hari ini menjadi bukti kesiapsiagaan aparat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari potensi gangguan yang dipicu oleh konsumsi alkohol.
Operasi yang dipimpin langsung oleh Panit 2 Sipamat Ditsamapta Polda Sultra, IPTU Batrudin Suleman Laydi, menyasar lokasi-lokasi yang dicurigai sebagai tempat transaksi miras tradisional.
Saat menyisir kawasan Jalan DR. Soetomo, Kelurahan Lalodati, tim menemukan aktivitas penjualan arak tanpa izin. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita 70 liter arak dari seorang penjual berinisial Mus (37).
Seluruh barang bukti langsung diamankan ke Mako Ditsamapta Polda Sultra sebagai langkah penegakan hukum dan untuk mencegah barang tersebut beredar di masyarakat.
Polda Sultra menegaskan bahwa miras tradisional kerap menjadi pemicu utama keributan, kecelakaan lalu lintas, hingga tindak kriminalitas berat di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, melalui Operasi Pekat Anoa 2026, kepolisian tidak hanya melakukan penyitaan, tetapi juga memberikan pembinaan kepada penjual.
"Kami memberikan imbauan tegas kepada penjual agar menghentikan aktivitas ini. Operasi ini adalah upaya kami untuk memastikan lingkungan masyarakat tetap kondusif dan aman," ujar perwakilan tim operasi di lapangan.
Polda Sultra juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga keamanan lingkungan.
Kepolisian meminta warga agar tidak memproduksi, mengedarkan, maupun mengonsumsi minuman keras secara berlebihan karena dampak negatifnya yang sangat merugikan, baik bagi kesehatan pribadi maupun keamanan publik.
Polda Sultra memastikan patroli preventif ini akan terus berlanjut secara berkelanjutan di berbagai titik rawan di wilayah Bumi Anoa demi menciptakan kenyamanan bagi seluruh warga.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPemkot Kendari Raih Predikat Istimewa Pengelolaan JDIH, Terbaik di Sultra
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







