Polisi Tahan 11 Pelaku Pengeroyokan Siswa SMA di Kendari, Korban Kritis


Kendari - Aksi pengeroyokan antarpelajar kembali mencoreng wajah pendidikan di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Polisi bergerak cepat menahan 11 siswa SMA yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMA di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, pada Minggu (17/8) sekitar pukul 15.00 Wita.
Penangkapan dilakukan oleh tim Buser 77 Satreskrim bersama Unit Intelkam Polresta Kendari di bawah pimpinan Kasat Reskrim, AKP Welliwanto Malau.
Belasan remaja itu diamankan di sejumlah lokasi berbeda pada Minggu malam, hanya beberapa jam setelah kejadian.
“Awalnya ada 20 siswa yang kami amankan. Setelah pemeriksaan dan gelar perkara, jumlahnya mengerucut menjadi 11 orang sebagai terduga pelaku,” jelas Welliwanto, Senin (18/8).
Para pelaku diduga mengeroyok korban, ANR, siswa SMAN 12 Kendari, menggunakan batu hingga membuatnya kritis. Saat ini, korban tengah dirawat intensif di RSUD Bahteramas.
Welliwanto menegaskan, polisi akan menangani kasus ini dengan tegas sebagai wujud komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mengawasi serta membina generasi muda.
“Kasus ini harus jadi pelajaran bersama. Kami mengimbau orang tua lebih waspada terhadap pergaulan anak dan mendorong siswa menyalurkan energi positifnya melalui kegiatan yang bermanfaat,” pungkasnya.
Insiden ini menjadi alarm keras bahwa tawuran dan kekerasan di kalangan pelajar bukan hanya soal kenakalan remaja, tetapi bisa mengancam nyawa jika tidak dicegah sejak dini.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPanitia Lomba Gerak Jalan Muna Barat Bungkam soal Keikutsertaan Waria
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







