Polresta Kendari Tangkap Satu DPO Kasus Pemerasan Perusahaan Tambang


Kendari - Satu orang daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan tambang PT ST Nikel ditangkap tim gabungan Buser 77 Satreskrim dan Unit Intelkam Polresta Kendari.
Pelaku berinisial L (35) diamankan pada Senin (1/6) di sebuah rumah indekos di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan penangkapan tersebut.
Welli menyebut, L merupakan buronan dalam perkara dugaan pemerasan yang sebelumnya telah diungkap jajaran Polresta Kendari.
“Benar, DPO berinisial L sudah ditangkap,” kata Welliwanto saat dikonfirmasi, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, L masuk dalam daftar pencarian orang setelah polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 11 orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus serupa.
OTT itu dilakukan di sebuah warung kopi di Jalan Budi Utomo, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, pada Rabu (25/3) malam.
Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka, sementara L diduga sempat melarikan diri hingga akhirnya masuk dalam daftar buronan.
Meski demikian, polisi belum mengungkap secara rinci peran L dalam dugaan pemerasan terhadap PT ST Nikel.
Welli bilang, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami keterlibatan yang bersangkutan serta hubungan dengan para tersangka lain yang lebih dahulu diamankan.
“Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Polresta Kendari,” ujar Welliwanto.
Polisi memastikan penyidikan terus berjalan untuk mengungkap secara utuh konstruksi perkara dan peran masing-masing pihak yang terlibat.
“Kita pengembangan, kejar pelaku lain,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaJumlah ASN di Sulawesi Tenggara Tembus 149.484, Ini Datanya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







