Praktisi Hukum Sultra Tolak Revisi UU Kejaksaan: Berpotensi Jadi Alat Penguasa


Kendari - Rencana revisi Undang-undang (UU) Kejaksaan terus mendapat penolakan dari berbagai kalangan. Terutama dari para praktisi hukum.
Salah satunya adalah praktisi hukum Sulawesi Tenggara (Sultra), Taufik Sungkono, yang secara tegas menyampaikan penolakannya.
Menurut Taufik, perubahan regulasi ini dinilai bisa memberikan kewenangan yang berlebihan kepada Korps Adhyaksa.
"Saya khawatir nantinya kejaksaan berpotensi menjadi alat bagi penguasa untuk mengamankan kebijakan dan kepentingan politik," kata dia kepada media ini, Jumat (21/2).
Karena itu, Taufik secara tegas menyatakan menolak UU Kejaksaan direvisi. Seperti azas dominus litis, yang memberikan kewenangan kepada kejaksaan untuk mengintervensi proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian.
Menurut Taufik, bila RUU Kejaksaan direvisi
ke depanya akan berbuntut pengambilalihan kewenangan antara satu lembaga penegak hukum ke lembaga lainnya.
"Saya khawatir kalau itu terjadi, maka bisa saja hubungan antar lembaga jadi tidak harmonis, akan terjadi ego sektoral dikarnakan sesama lembaga penegak hukum kemudian ada yang diistiwewakan dalam hal kewenanganya," kata dia.
Selain itu, menurut dia, revisi tersebut tidak menjamin bakal membuat penegakan hukum di Indonesia akan berjalan lebih baik sesuai apa yang diharapkan oleh masyarakat.
Untuk itu, dia berharap Komisi III DPR RI agar mempertimbangkan dengan baik terkait RUU tersebut.
"Kami khawatir di kemudian hari akan menimbulkan persoalan baru dan berpotensi melemahkan sistem hukum yang sudah ada," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar RA
Berita BerikutnyaDari Pearl Harbor ke Matarawa: Jejak Strategi Perang Jepang di Pulau Muna!
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







