Pria di Kendari Habiskan Uang Toko Rp 249 Juta untuk Judol-Bayar Pinjol


Kendari - Pemuda di Kota Kendari berinisial AP (30) ditangkap polisi karena menghabiskan uang ratusan juta hasil penjualan barang di toko yang ia jaga. Uang itu dia gunakan untuk bermain judi online (Judol) dan membayar hutang pinjaman online (Pinjol).
Humas Polresta Kendari, IPDA Haridin, menjelaskan, awalnya pemilik toko berinisial JM mempercayakan toko aki miliknya yang berada di Jln Bunggasi Kelurahan Andunohu Kecamatan Poasia Kota Kendari kepada AP untuk dijaga dan dikelola.
"Pada 27 September 2024 JM berangkat ke Jakarta, dan menitipkan Toko Central Aki Kendari kepada AP untuk dijaga dan dikelola," jelas IPDA Haridin, Senin (28/10).
Sebulan kemudian, JM kembali ke Kendari dan menanyakan uang hasil penjualan toko kepada AP. Namun, AP mengatakan bahwa uang hasil penjualan telah habis ia gunakan untuk bermain judol dan membayar utang pinjol.
"JM pemilik toko kemudian merekap hasil penjualan selama sebulan, totalnya sekitar Rp 249 juta, dan uang itu habis digunakan oleh AP," jelasnya.
AP mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku terlilit hutang pinjaman online dan akan menikah. Dia juga kecanduan judi online.
"Dia (AP) akui semua. Katanya karena terlilit pinjaman online, dia juga butuh uang untuk biaya pernikahan, akhirnya dia pakai untuk untuk berjudi online menggunakan uang toko sampai habis," jelasnya.
JM kemudian melaporkan AP ke Polresta Kendari pada 25 Oktober 2024 atas dugaan penggelapan. Hari itu juga AP langsung ditangkap.
AP ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal tindak pidana penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374 KUHP Subs 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaRekam Jejak Andi Sumangerukka-Hugua di Buton: Membangun Tanpa Pamrih
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







