Pria Dikeroyok Secara Brutal di Kos Top Kendari, Korban Lapor Polisi


Kendari - Seorang pria bernama Ferdin menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang di kos-kosan Top di Jalan Veteran, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/1) dini hari dan kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kejadian bermula sekitar pukul 03.53 Wita. Saat itu, Ferdin menerima telepon dari rekannya, Fathin, yang meminta bantuan karena seorang pria bernama Aldi dalam kondisi mabuk dan tertidur di depan kamar kostnya. Merasa khawatir, Ferdin bersama rekannya, Oji, segera mendatangi kost Fathin di Kost Top Jalan Veteran.
Setibanya di lokasi, Ferdin dan Oji kemudian mengantar Aldi ke depan Karaoke Nav, tempat kakak Aldi berada. Setelah memastikan Aldi dijemput keluarganya, keduanya kembali ke kost Fathin untuk menenangkan Fathin yang masih syok atas kejadian tersebut.
“Kami antar karena posisinya dia jalan kaki, tidak pakai kendaraan, ke kos Fathin,” ujar Ferdin saat dikonfirmasi, Kamis (8/1).
Namun situasi yang semula kondusif berubah menjadi tegang sekitar pukul 04.15 Wita. Seorang perempuan bernama Devi, yang disebut sebagai mantan pacar Aldi, datang ke kamar kost Fathin. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 04.20 Wita, Aldi kembali ke lokasi bersama dua orang rekannya, yakni Azisul dan Risno yang disebut sebagai kakak Aldi.
Insiden penganiayaan pun terjadi saat Ferdin membuka pintu kamar untuk berbicara dengan mereka. Menurut pengakuannya, Aldi secara tiba-tiba melompat dan langsung memukul dirinya. Aksi kekerasan itu kemudian diikuti oleh Azisul yang juga memukul wajah Ferdin.
Melihat kejadian tersebut, Oji berusaha keluar kamar untuk melerai. Namun upaya itu justru berujung pada kekerasan terhadap dirinya. Oji disebut ikut dibanting oleh Aldi dan Azisul.
“Saya sempat menarik Azisul, tapi mereka kembali membanting saya ke lantai dan memukul saya secara bersama-sama,” ungkap Ferdin.
Akibat pengeroyokan tersebut, Ferdin mengalami sejumlah luka fisik dan mengaku mengalami trauma. Merasa dirugikan, ia kemudian melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama itu ke Polresta Kendari agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Saya berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini dan memberikan keadilan atas peristiwa kekerasan yang saya alami,” harapnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaSeorang Pria Hilang Tenggelam saat Memancing di Bungkutoko
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







