Provinsi dengan Akses Air Minum Layak Tertinggi, Sultra Masuk 10 Besar


Kendari - Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya.
Menurut Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak mencapai 93,22 persen.
Capaian ini meningkat bila dibandingkan 2024, di mana persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak adalah 92,64 persen.
Untuk diketahui, rumah tangga dikatakan memiliki akses terhadap air minum yang layak jika menggunakan sumber air minum yang terlindung, seperti leding, sumur bor/pompa, sumur terlindung, mata air terlindung, dan air hujan.
Termasuk juga memiliki akses air minum layak jika rumah tangga menggunakan air minum berupa air kemasan bermerk atau air isi ulang, namun dengan sumber air utama untuk mandi/cuci/dan lain-lain, berupa leding, sumur bor/pompa, sumur terlindung, mata air terlindung, atau air hujan.
Akan tetapi, menurut catatan BPS, masih ada ketimpangan akses sumber air minum. Ada daerah yang memiliki akses di atas persentase nasional, ada pula yang rendah.
Menurut BPS, provinsi dengan akses air minum layak tertinggi adalah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dengan 99,98 persen.
Itu artinya, hampir semua penduduk DKI Jakarta memiliki akses untuk mendapatkan air minum layak.
Selain Jakarta, ada beberapa provinsi dengan akses air minum layak di atas 94 persen, yaitu:
- Bali: 98,75 persen.
- DI Yogyakarta: 97,33 persen.
- Jawa Timur: 97,3 persen.
- Nusa Tenggara Barat: 96,29 persen.
- Banten: 96,03 persen.
- Gorontalo: 95,95 persen.
- Jawa Barat: 95,84 persen.
- Jawa Tengah: 95,73 persen.
- Sulawesi Tenggara: 94,91 persen.
Di sisi lain, mayoritas penduduk Indonesia mengandalkan air isi ulang sebagai sumber utama air untuk minum.
Sekitar 35,72 persen rumah tangga di Indonesia mengandalkan air isi ulang untuk minum menurut publikasi BPS.
Itu artinya, lebih dari sepertiga rumah tangga di Indonesia mengandalkan air isi ulang sebagai air minum bagi keluarganya.
Tingginya ketergantungan penduduk Indonesia terhadap air minum tersebut tersebar cukup merata di perkotaan maupun perdesaan, dengan persentase 42,77 persen di perkotaan dan 25,50 persen di pedesaan.
Selain air isi ulang, sumber utama air untuk minum dengan persentase tertinggi selanjutnya adalah sumur bor/pompa sebesar 17,28 persen dan sumur terlindung sebanyak 13,40 persen.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKorem 143/Halu Oleo Kini Miliki Sarana Latihan Tembak Pistol Modern
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







