Raja Moronene Dukung Langkah Polres Bombana Amankan Massa Demo Bersajam


Bombana - Kerajaan Moronene Keuwia-Rumbia angkat suara ihwal pengamanan aksi unjuk rasa penolakan rencana pertambangan PT Sultra Industri Park (SIP). Raja Moronene, Alfian Pimpie, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Kapolres Bombana yang mengamankan sejumlah peserta aksi karena diduga membawa senjata tajam.
Aksi yang mengatasnamakan mahasiswa dan masyarakat Bombana itu digelar untuk menolak rencana investasi PT SIP. Namun aparat kepolisian menemukan adanya peserta aksi yang membawa golok atau senjata tajam lainnya.
"Kapolres tidak hanya duduk di belakang meja. Beliau turun langsung mendampingi anggota di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman. Itu yang kami apresiasi," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (18/2).
Menurut Alfian, keberadaan senjata tajam dalam aksi demonstrasi bukan lagi bagian dari kebebasan berpendapat, melainkan ancaman terhadap ketertiban umum. Ia menilai tindakan pengamanan yang dilakukan jajaran Kepolisian Resor Bombana merupakan langkah preventif agar situasi tidak berkembang menjadi anarkis.
"Kalau ada yang membawa sajam, tentu itu sudah di luar batas. Aparat wajib bertindak. Kami tidak ingin bumi Bombana dicederai oleh tindakan-tindakan yang meresahkan," katanya.
Alfian juga menyinggung adanya dugaan kepentingan kelompok tertentu di balik aksi penolakan tersebut. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bombana tengah menyiapkan wadah resmi berupa koperasi untuk menyambut rencana investasi PT SIP. Menurutnya, skema itu dimaksudkan agar masyarakat lokal dapat terlibat secara legal dan terstruktur.
"Tapi oknum yang selama ini mengoordinir tambang ilegal merasa terusik. Mereka kemudian melakukan demo dengan mengatasnamakan mahasiswa dan masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat Bombana, khususnya komunitas adat Moronene, menginginkan situasi yang kondusif agar pembangunan dapat berjalan tanpa intimidasi kelompok tertentu.
"Kami berterima kasih kepada Kapolri yang menempatkan putra terbaik Polri di Bombana. Dengan tindakan tegas seperti ini, kami yakin dalam waktu dekat preman-preman berkedok ormas akan hengkang dari bumi Bombana," tandasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaSiapkan Fasilitas Ibadah, PT Swarna Dwipa Property Resmikan Masjid Baru di Kendari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







