Residivis Curanmor di 31 TKP di Kendari Ditembak Polisi


Kendari - Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari melumpuhkan seorang residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial DW (23). Pelaku terpaksa ditembak di bagian kaki karena mencoba melawan saat hendak ditangkap di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kendari, Jumat, 27 Februari 2026.
DW bukan pemain baru. Berdasarkan catatan kepolisian, ia diduga terlibat dalam 31 tempat kejadian perkara (TKP) kasus curanmor dan pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan bahwa DW merupakan residivis kambuhan yang telah beberapa kali berurusan dengan hukum.
"DW ini residivis. Pertama kali ditangkap pada 2019, kemudian kembali pada 2024, dan sekarang kembali berulah dengan total 31 TKP,” ujar Welliwanto dalam keterangannya, Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam menjalankan aksinya, DW disebut menjual sepeda motor hasil curian dengan harga murah, berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per unit. Motor-motor tersebut dipasarkan secara cepat untuk menghindari pelacakan aparat.
Ironisnya, uang hasil kejahatan itu tidak digunakan untuk kebutuhan yang bermanfaat. Dari hasil penyelidikan, diketahui uang tersebut justru dihabiskan untuk membeli narkotika jenis sabu serta bermain judi online.
“Uang hasil pencurian digunakan untuk membeli sabu dan bermain judi online,” tambah mantan Kapolsek Mandonga itu.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Tindakan tegas akan diambil, terutama terhadap pelaku yang mencoba melawan atau membahayakan petugas saat proses penangkapan.
Saat ini, DW telah diamankan di Mapolresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau penadah dalam kasus tersebut.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDari Barcelona ke Indonesia: Indosat Hadirkan 5G Berbasis AI untuk Masyarakat
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







