Rokok Ilegal Marak di Sultra, Aparat Diminta Bongkar Gudangnya di Kendari


Kendari - Peredaran rokok ilegal kembali menjadi sorotan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejumlah merek rokok jenis mild, seperti Gess Bold, Gan Bold, King Gared, hingga Tabaco Extra, diduga beredar tanpa pita cukai. Bahkan ada pula yang menggunakan pita cukai tidak sesuai peruntukannya.
Padahal, aturan cukai sangat jelas: pelanggaran dapat berujung hukuman pidana penjara maksimal lima tahun atau denda hingga sepuluh kali lipat dari nilai cukai yang seharusnya dibayarkan.
Isu semakin mencuat setelah beredar kabar adanya gudang rokok ilegal terbesar di Kendari yang berlokasi di Jalan Merdeka Raya. Gudang tersebut disebut-sebut beroperasi bebas dan diduga memiliki bekingan aparat.
Sahrul, perwakilan Aliansi OKP dan Mahasiswa Sulawesi, menegaskan perlunya langkah tegas dari aparat penegak hukum.
"Kami berharap ada sinergi antara aparat dan masyarakat untuk mengawasi peredaran rokok ilegal demi menjaga penerimaan negara,” ujarnya, Rabu (17/9).
Hal senada disampaikan Ketua LSM LIRA, Amir, yang mendesak kepolisian turun tangan langsung.
"Rokok tanpa cukai sangat merugikan daerah dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Aparat jangan tinggal diam,” tegasnya.
Selain merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan cukai, peredaran rokok ilegal juga dinilai mengancam kesehatan publik. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada dan segera melapor bila menemukan peredaran produk mencurigakan.
Dengan adanya langkah tegas dan kerja sama semua pihak, praktik peredaran rokok ilegal diharapkan bisa ditekan, sehingga penerimaan negara tetap terjaga sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPemuda 24 Tahun di Sultra Curi Motor di 50 TKP, Gasak Honda CRF Cuma Butuh 2 Menit
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







