Rujab Wakil Bupati Kolaka Digeledah Kejati Sultra


Kendari - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggeledah Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Kolaka, Husmaluddin, yang berada di Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, Selasa (23/6) sore sekitar pukul 17.00 Wita.
Penggeledahan berlangsung tertutup dengan pengamanan ketat. Pintu gerbang rumah jabatan ditutup selama proses berlangsung dan awak media tidak diperkenankan masuk untuk melakukan peliputan dari jarak dekat.
Sejumlah jaksa bersama personel TNI terlihat berada di area depan rumah jabatan. Beberapa kendaraan yang diduga digunakan tim penyidik Kejati Sultra juga tampak terparkir di sekitar lokasi.
Kepala Kejati Sultra, Sugeng Rianta, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Namun, ia belum bersedia menjelaskan secara rinci perkara yang sedang ditangani penyidik.
“Saya belum bisa memberikan keterangan rinci dan teknis. Tunggu setelah proses di lapangan selesai. Kasi Penkum Kejati Sultra akan memberikan keterangan pers secara resmi,” ujar Sugeng dilansir dari laman kendarihariini.com.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kolaka, Zainal, juga membenarkan adanya penggeledahan di rumah jabatan Wakil Bupati Kolaka.
“Infonya begitu, tapi terkait apa masih menunggu konfirmasi,” katanya.
Untuk informasi, nama Husmaluddin sebelumnya sempat mencuat dalam persidangan kasus korupsi pertambangan yang menyeret Direktur PT Alam Mitra Indah Nugraha (AMIN), Machrusy.
Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kendari pada Jumat, 5 Desember 2025, Machrusy menyebut Husmaluddin diduga terlibat dalam aktivitas jual beli ore nikel yang berasal dari eks Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Pandu Citra Mulia (PCM) di Kolaka Utara.
Dalam keterangannya di persidangan, Machrusy mengungkap bahwa Husmaluddin melalui PT Babarina Putra Sulung (BPS) diduga menggunakan dokumen PT AMIN untuk menjual ore nikel ilegal sebanyak tiga kali.
Hingga berita ini diterbitkan, Kejati Sultra belum menyampaikan keterangan resmi mengenai keterkaitan penggeledahan tersebut dengan perkara tertentu.
Awak media hingga saat ini masih menunggu penjelasan resmi dari pihak Kejati Sultra terkait penggeledahan tersebut.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaWali Kota Siska Dorong Produk Lokal Kendari Tembus Pasar Dunia
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







