Satu Calon Tersingkir, Senat Tetapkan 10 Kandidat Rektor UHO dan Nomor Urutnya


Kendari - Tahapan pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026-2030 memasuki babak baru. Senat UHO resmi menetapkan 10 bakal calon rektor yang dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan proses pemilihan.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Senat setelah melakukan verifikasi terhadap 11 pendaftar yang mengikuti penjaringan.
Dari jumlah tersebut, satu bakal calon dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sehingga tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Adapun 10 bakal calon rektor yang lolos beserta nomor urutnya yakni:
1. Prof. Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si.
2. Prof. Dr. Edy Karno, M.Pd.
3. Dr. Herman, S.H., LL.M.
4. Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si.
5. Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, M.Si.
6. Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D.
7. Dr. Muliddin, S.Si., M.Si.
8. Prof. Dr. Ruskin, M.Si.
9. Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si.
10. Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Ashar Bafadal dinyatakan tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil rapat senat.
Sekretaris Senat UHO, Dr. Muhamad Masri, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah dilakukan penelaahan terhadap syarat administrasi dan ketentuan yang berlaku.
“Pengalaman manajerial beliau tidak sesuai dengan Statuta dan OTK UHO. Sehingga sesuai keputusan Rapat Senat tentang hasil penjaringan bakal calon rektor UHO periode 2026–2030, diputuskan 10 calon tersebut melaju ke tahap berikutnya,” kata Masri, Kamis (18/6).
Ia menambahkan, para bakal calon selanjutnya akan mengikuti tahapan pemaparan visi, misi, dan program kerja di hadapan Senat UHO. Dari proses tersebut, senat akan melakukan penyaringan untuk menetapkan tiga nama yang berhak maju ke tahap pemilihan rektor.
Masri juga mengungkapkan bahwa nomor urut para bakal calon ditetapkan berdasarkan urutan abjad nama masing-masing kandidat.
Dengan ditetapkannya 10 bakal calon, persaingan menuju kursi orang nomor satu di UHO semakin mengerucut.
Pemilihan rektor periode 2026-2030 dinilai menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan, pengembangan akademik, serta masa depan universitas terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.
Senat UHO berharap seluruh tahapan berjalan transparan, objektif, dan sesuai regulasi, serta tetap menjaga iklim akademik yang kondusif hingga proses pemilihan rektor selesai.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKUPP Molawe Dukung Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Pelaku Usaha dan Terminal Khusus
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







