SPBUN PT Fahri Pratama Energi Diduga Jual BBM di Atas HET, Nelayan Konawe Selatan Menjerit


Kendari - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) milik PT Fahri Pratama Energi (FPE) di Desa Ngapawali, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, diduga kuat menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Dugaan praktik curang itu diungkap oleh massa aksi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) Sultra saat menggelar demonstrasi di halaman Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (20/10).
Mereka menuding SPBUN tersebut tidak hanya memainkan harga, tetapi juga menyelewengkan jatah BBM untuk nelayan.
“Hasil advokasi kami di lapangan menemukan ketidaksesuaian harga HET, baik solar maupun pertalite. Berdasarkan ketentuan resmi pemerintah, harga HET solar seharusnya Rp6.800 per liter, namun pengamatan kami di lapangan, harga yang diberlakukan mencapai Rp7.500,” ungkap salah satu orator aksi.
Ia menambahkan, hal serupa juga terjadi pada jenis BBM pertalite.
“Begitu juga dengan pertalite yang semestinya Rp10.000, diduga dijual dengan harga Rp10.500 per liter,” tambahnya.
Lebih jauh, Gempur juga menuding adanya praktik pemotongan jatah nelayan yang diduga dijual kepada penampung.
Aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken, baik dilakukan secara terang-terangan di siang hari maupun diam-diam, juga disebut menjadi pemandangan biasa di lokasi SPBUN tersebut.
Menurut mereka, pola ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi berpotensi sebagai bentuk penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang secara langsung merugikan masyarakat kecil.
“Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat. Untuk itu, kami mendesak PT Pertamina Regional Sulawesi Tenggara memberikan sanksi tegas dan memberhentikan distribusi BBM serta mencabut izin operasional SPBUN PT Fahri Pratama Energi,” tegasnya.
Selain mendesak Pertamina, massa juga meminta DPRD Sultra dan Polda Sultra segera memanggil Direktur PT Fahri Pratama Energi untuk dimintai pertanggungjawaban atas dugaan penyalahgunaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPBUN PT Fahri Pratama Energi.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaWarga Geruduk DPRD-Kejari Konawe, Desak Kades Lalonona Diperiksa Dugaan Korupsi Dana Desa
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







