Tak Miliki Izin, KKP Hentikan Pembangunan Jetty PT GMS di Konawe Selatan


Konsel - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah tegas dengan menghentikan aktivitas pemanfaatan ruang laut ilegal di pesisir Desa Ulu Sawa, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan tersebut berupa reklamasi untuk pembangunan fasilitas jetty atau dermaga oleh PT Gerbang Multi Sejahtera (PT GMS).
Penghentian dilakukan karena perusahaan belum mengantongi dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) yang menjadi syarat dasar setiap aktivitas pemanfaatan ruang laut.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Pung Nugroho Saksono atau Ipunk, membenarkan langkah itu. Ia menegaskan bahwa penghentian sementara akan berlaku hingga PT GMS melengkapi seluruh persyaratan perizinan yang diwajibkan.
“Benar, kami setop sementara aktivitas reklamasi dan pemanfaatan jetty untuk terminal khusus,” ujar Ipunk di Jakarta, Sabtu, dikutip dari Antara.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, reklamasi yang dilakukan PT GMS mencakup area seluas 2.231 hektare. Perusahaan beralasan pembangunan jetty tersebut untuk menunjang kegiatan usaha pertambangan, khususnya sebagai fasilitas pengangkutan produksi nikel. Namun KKP menegaskan, tujuan usaha tidak dapat menjadi pembenaran atas pelanggaran prosedur perizinan.
Diuangkapkan, kegiatan reklamasi tersebut kuat dugaan melanggar sejumlah regulasi. Antara lain, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2021 tentang Sanksi Administrasi di Bidang Kelautan dan Perikanan.
Menurut KKP, penegakan aturan ini bertujuan memastikan pemanfaatan sumber daya kelautan dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pengawasan juga diperkuat dalam rangka Bulan Bakti Kelautan Perikanan yang berlangsung hingga puncak peringatan HUT KKP ke-26 pada akhir Oktober mendatang.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menekankan pentingnya kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi. Pemerintah telah memetakan tingkat risiko usaha sesuai bidang masing-masing melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Ia menegaskan, kepatuhan bukan hanya demi legalitas usaha, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi biru. KKP, kata Trenggono, akan terus mendorong praktik usaha yang bertanggung jawab serta berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaGubernur Sultra Tinjau Persiapan STQH Nasional ke-28, Progres Capai 95 Persen
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







