Terkendala Irigasi, 44 Hektare Sawah di Muna Barat Gagal Panen, Terparah Tahun Ini


Muna Barat - Kekeringan akibat terkendala saluran irigasi membuat 44 hektare sawah di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan gagal panen tahun ini.
Kondisi tersebut diketahui setelah Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, turun langsung meninjau lokasi persawahan yang terdampak kekeringan di Desa Kasimpa Jaya, Rabu (12/8).
Dari hasil pengecekan di lapangan, persoalan utama yang dihadapi petani adalah terganggunya saluran irigasi. Selain itu, sebagian besar lahan persawahan di wilayah tersebut masih mengandalkan curah hujan karena merupakan sawah tadah hujan.
"Untuk di Desa Kasimpa Jaya ini, ada sekitar 85 hektare sawah aktif. Yang dipastikan gagal panen atau puso itu ada 44 hektare dan tidak terselamatkan. Sementara 41 hektare masih bisa diselamatkan," kata Darwin dilansir dari Sultratop.
Darwin menyebut kondisi kekeringan seperti ini sebenarnya hampir terjadi setiap tahun. Namun, kekeringan yang melanda tahun ini dinilai menjadi yang paling parah.
"Kejadian seperti ini ternyata hampir setiap tahun. Namun, tahun ini yang paling parah. Tentunya ini sangat mengganggu maksimalisasi produksi beras kita di Kabupaten Muna Barat," ujarnya.
Untuk menyelamatkan 41 hektare sawah yang masih berpotensi dipanen, Pemerintah Kabupaten Muna Barat akan memberikan dukungan kepada para petani, salah satunya dengan menyediakan bahan bakar minyak (BBM).
BBM tersebut nantinya digunakan untuk mendukung operasional mesin pompa air sehingga sawah yang masih bisa diselamatkan dapat kembali mendapatkan pasokan air.
"Jadi, wujud perhatian kami (Pemkab Mubar) terhadap sawah seluas 41 hektare ini, kita akan membantu menyiapkan BBM untuk mendukung petani dalam mengoperasikan mesin pompa air guna mengairi sawah mereka," kata Darwin.
Selain menyiapkan bantuan, Pemkab Mubar juga akan melaporkan kondisi kekeringan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman.
"Mulai hari ini, kita laporkan kejadian kekeringan sawah ini kepada Bapak Mentan RI, Amran Sulaiman," ucapnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKapal Barang Tenggelam di Perairan Taipa Konut, Dua Orang Selamat Dievakuasi SAR
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







