Tersangka Kasus Pembunuhan Mertua di Kendari Dilimpahkan ke JPU


Kendari - Penyidik Polresta Kendari telah merampungkan penyidikan kasus pembunuhan berencana terhadap seorang mertua berinisial M (51) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Setelah berkas dinyatakan lengkap, penyidik melimpahkan dua tersangka yakni Novi Damayanti (24) dan Muh Firmansyah alias Cimang (21) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari pada Selasa (23/7).
Selain menyerahkan tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa tiga cincin emas, satu buah kalung emas, dua jam tangan, gelang emas, jaket atau switer, pisau dapur, seutas tali, HP dan kwitansi gadai.
Kepala Kejari Kendari, Ronal H Bakara, menjelaskan, penyerahan tersangka dan barang bukti ini merupakan tindak lanjut hasil penelitian berkas perkara oleh penuntut umum yang menyatakan berkas perkara telah lengkap secara formil dan materil.
"Sehingga hari ini penyidik menyerahkan berkas tersangka dan barang bukti kepada JPU Kejari Kendari," kata Ronal dalam keterangan persnya.
Para pelaku, lanjut Ronal, selanjitnya dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan untuk kemudian JPU membuat surat dakwaan untuk segera dilimpahkan ke pengadilan.
Para tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP Subsidaer Pasal 338 KUHP Subsidaer Pasal 351 ayat 3 KUHP Jo Pasal 55 KUHP ayat 1 KUHP.
Diberitakan sebelumnya, tersangka Novi merencanakan pembunuhan terhadap mertuanya sendiri berinisial M. Untuk melancarkan aksinya, Novi meminta bantuan Cimang sebagai eksekutor.
Dan pada Minggu, 7 April 2024 di dalam sebuah mobil merek Honda Brio Novi dan Cimang membunuh korban di Jln Madusila, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia.
Usai membunuh mertuanya, Novi mengarang cerita bahwa ia dan mertuanya menjadi korban pembegalan, sebelum akhirnya terungkap bahwa dialah yang merencanakan pembunuhan.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaDikbud Sultra Peringati Hari Anak Nasional 2024 Bersama Ribuan Siswa
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







