Terungkap! PT VDNI Diduga Abaikan Larangan Bea Cukai, Angkut Limbah via Laut


Kendari - Aktivitas pemuatan limbah dari Kawasan Berikat PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) kembali menuai sorotan. Kali ini, perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Tenggara itu diduga kembali melakukan pengeluaran limbah ban bekas tanpa dokumen resmi, bahkan melalui jalur laut.
Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembangkangan terhadap otoritas Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Kendari.
Sebelumnya, aktivitas pemuatan limbah kabel dari kawasan PT VDNI sempat dihentikan oleh pihak Bea Cukai karena tidak dilengkapi dokumen seperti BC 4.1 dan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang – Tempat Penimbunan Berikat (SPPB – TPB). Namun, kali ini dugaan pelanggaran kembali terjadi.
Ironisnya, pengeluaran limbah ban bekas dilakukan secara diam-diam lewat jalur laut, diduga untuk mengelabui pihak pengawas dan publik.
“Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi, PT VDNI ini terkesan tidak menghargai eksistensi KPPBC. Sebab setau kami mereka (PT VDNI) sudah disuruh berhenti tetapi tidak mendengar,” ungkap Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, kepada media, Jumat (13/6).
Ia mendesak agar KPPBC Kendari mengambil langkah tegas dengan membekukan status Kawasan Berikat PT VDNI.
“Kami harap KPPBC Kendari bisa lebih tegas, karena dugaan pelanggaran yang dilakukan di dalam Kawasan Berikat PT VDNI sudah sering kali terjadi menurut kami,” tegas pria yang akrab disapa Egis itu.
Lebih jauh, Egis juga memperingatkan bahwa jika aktivitas pengeluaran limbah ban bekas tidak dihentikan segera, maka patut diduga adanya kerja sama terselubung antara pihak PT VDNI dan otoritas pengawasan.
“Kegiatan tersebut harus dihentikan sekarang juga, karena kegiatan tersebut menurut kami telah menyahihi aturan yang ada, kemudian sanksinya bukan lagi peringatan karena sudah berulang kali,” jelasnya.
Menurut informasi yang dihimpun Ampuh Sultra, aktivitas pemuatan limbah ban bekas itu telah berlangsung selama empat hari.
“Jadi informasi yang kami himpun di lokasi, kegiatan pemuatan ban bekas itu disinyalir sudah berlangsung selama empat hari. Artinya selain pemuatan limbah kabel lewat jalur darat, ada juga pemuatan limbah ban bekas melalui jalur laut,” beber Hendro.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT VDNI maupun KPPBC Kendari terkait dugaan pengeluaran limbah ban bekas melalui jalur laut ini.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPria Asal Konawe Utara Ditemukan Tewas Misterius di Rumah Kontrakan Kendari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







