Tiga Pria di Kendari Ditangkap, Diduga Jalankan Penipuan-Pemerasan Modus Open BO


Kendari - Patroli rutin Tim Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sulawesi Tenggara berujung pada pengungkapan dugaan kasus penipuan dan pemerasan berbasis aplikasi daring.
Tiga pria diamankan saat diduga hendak menjalankan aksi penipuan bermodus prostitusi online di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Selasa (31/3) dini hari. Dari tangan pelaku, polisi juga menemukan senjata tajam.
Peristiwa bermula saat tim patroli melintas di kawasan sekitar Universitas Halu Oleo (UHO) sekitar pukul 01.00 Wita. Petugas mencurigai gerak-gerik tiga pria di Lorong Pelindung dan langsung melakukan pemeriksaan.
"Saat kami dekati, mereka menunjukkan gelagat mencurigakan. Setelah dilakukan penggeledahan, kami menemukan dua bilah senjata tajam jenis parang dan badik," ujar Anggota Patroli Bripka Boy Sagita, Selasa (31/3).
Dua pelaku yang membawa senjata tajam diketahui berinisial KR (27) yang menyimpan badik, dan DM (37) yang membawa parang.
Hasil interogasi di lokasi mengungkap praktik yang lebih luas. Ketiganya diketahui berada di sebuah hotel di Lorong Pelindung untuk mengawal seorang perempuan berinisial RKP (18).
Para pelaku diduga menggunakan aplikasi MiChat untuk menawarkan jasa RKP dengan tarif Rp1 juta. Namun, praktik tersebut hanya menjadi kedok penipuan. Setelah menerima uang dari pelanggan, pelaku diduga kabur tanpa memberikan layanan.
RKP mengaku dirinya merupakan korban eksploitasi. Ia menyebut kerap dipaksa terlibat dalam praktik tersebut dan tidak pernah menerima hasil dari transaksi. Seluruh uang disebut dikuasai oleh para pelaku.
Polisi kemudian membawa ketiga pria, perempuan tersebut, serta seorang pelanggan ke Mapolresta Kendari untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini masih dalam pendalaman. Penyidik tengah menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana lain, termasuk dugaan perdagangan orang (TPPO) dan pemerasan, mengingat adanya unsur ancaman menggunakan senjata tajam dalam menjalankan aksi mereka.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPT GKP Dorong Perubahan Pola Tangkap Nelayan Wawonii Lewat Program Rumpon
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







