Usai Diperiksa Terkait Korupsi Proyek Jembatan, Burhanuddin Ungkap Hal Ini


Kendari - Pj Bupati Bombana, Burhanuddin, diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Cira Uci II di Kabupaten Buton Utara (Butur) yang anggarannya melekat di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra Tahun 2021.
Burhanuddin diperiksa pada Jumat (13/10) dalam kapasitasnya sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra.
Pantauan Sultranesia, Burhanuddin datang ke Kejaksaan Tinggi Sultra seorang diri mengenakan setelan celana kain hitam dan kemeja putih. Dia kemudian masuk ke ruang penyidik sekitar pukul 16.10 WITA.
Sekitar pukul 19.00 WITA, Burhanuddin keluar dari ruang penyidik dan sempat menemui sejumlah awak media.
Kepada awak media, Burhanuddin mengaku diperiksa terkait dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan di Buton Utara.
"Sebagai saksi terkait pembangunan Cira Uci II, dari tahun 2021-2022, anggaran Rp 2 miliar," kata Burhanuddin.
Terkait pengerjaan proyek tersebut, Burhanuddin bilang penyedia lalai. Dia juga bilang pihaknya sudah meminta uang tersebut dikembalikan.
"Iya, mereka lalai untuk melakukan kegiatan, kami sudah melakukan audit inspektorat, kami sudah minta supaya mereka mengembalikan, semua prosedur kita sudah lakukan. Rp 500 juta uang mukanya (yang harus dikembalikan)," kata dia.
Burhanuddin tak membeberkan secara jelas berapa pertanyaan yang dilayangkan penyidik kepadanya. Dia hanya bilang diperiksa dalam tupoksinya sebagai kepala dinas.
"Masalah proyek, dan saya sebagai kepala dinas. Terkait tupoksi saya sebagai kepala dinas," pungkaanya.
Sementara itu, Asisten Intelijen Kejati Sultra, Ade Hermawan, mengatakan masih akan melakukan pemeriksaan kembali kepada Burhanuddin.
"Nanti penyidik masih mau menjadwalkan lagi (pemeriksaan terhadap Burhanuddin). Iya masih ada (pemeriksaan selanjutnya)," pungkasnya.
Kejati Tetapkan Dua Tersangka
Kejaksaan Tinggi Sualwesi Tenggara menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan proyek jembatan Cira Uci II di Kabupaten Buton Utara.
"Dari dua orang tersangka itu menjabat sebagai penyedia jasa atau peminjam bendera dari CV Bela Ano berinisial R. Yang satunya itu inisial TUS Direktur Utama CV Bela Ano," kata Asisten Intelijen Kejati Sultra, Ade Hermawan, Jumat (13/10).
Ade mengatakan, usai ditetapkan sebagai tersangka, keduanya langsung ditahan di Rutan Kendari.
Dia menerangkan, proyek pembangunan jembatan tersebut dimulai pada 2021 dengan anggaran Rp 2,1 miliar yang melekat di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra.
Kemudian, pihak penyedia telah diberikan anggaran atau uang muka pengerjaan, namun sampai akhir pengerjaan tidak selesai, dan hanya mencapai 2 persen saja.
"Pengerjaannya hanya dua persen dari yang seharusnya 100 persen," ungkap Ade Hermawan.
Dalam kasus ini, lanjut Ade, pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi. Termasuk Kepala Dinas Sumber Air dan Bina Marga Sultra, Burhanudin, yang juga Pj Bupati Bombana.
Laporan: Rijal
Berita BerikutnyaKejati Sultra Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Proyek Jembatan di Butur
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







