Wali Kota Kendari jadi Orang Tua Asuh 30 Anak Penderita Stunting

Sultranesia
2 Min Baca
Wali Kota Kendari jadi Orang Tua Asuh 30 Anak Penderita Stunting
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan pandangan umum terkait tanggapan fraksi atas usulan Raperda APBD Kota Kendari 2026. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Pemerintah Kota Kendari menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan anak. Berdasarkan data Januari 2026, tercatat sekitar 462 anak di Kendari masih mengalami stunting dan membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Untuk menekan angka tersebut, Pemkot Kendari menerapkan pendekatan kolaboratif melalui program orang tua asuh. Program ini melibatkan seluruh unsur pimpinan daerah, mulai dari kepala daerah hingga pejabat teknis, untuk mendampingi langsung anak-anak penderita stunting beserta keluarganya.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengambil peran langsung dengan menjadi orang tua asuh bagi 30 anak penderita stunting. Langkah serupa juga dilakukan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang mendampingi 10 anak stunting. Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, turut ambil bagian sebagai orang tua asuh.

Tak hanya jajaran eksekutif, seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kota Kendari juga terlibat aktif dalam program ini. Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), staf ahli, hingga para camat ditugaskan menjadi orang tua asuh sesuai dengan wilayah dan sasaran masing-masing.

Melalui skema ini, para orang tua asuh tidak hanya memberikan bantuan pemenuhan gizi, tetapi juga melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan kesehatan, serta edukasi kepada keluarga agar pola asuh dan lingkungan anak semakin mendukung pertumbuhan optimal.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan komitmen, kepedulian, dan keterlibatan langsung dari seluruh pemangku kepentingan.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi Kota Kendari. Setiap anak adalah harapan daerah ini," ujar Siska, Selasa (10/2).

"Karena itu, kami ingin semua OPD dan unsur terkait terlibat langsung, memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, pemantauan kesehatan yang berkelanjutan, serta lingkungan tumbuh kembang yang sehat,” sambungnya.

Pemkot Kendari berharap, dengan keterlibatan langsung para pejabat sebagai orang tua asuh, penanganan stunting dapat dilakukan lebih terarah, menyentuh langsung kebutuhan anak dan keluarga, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kota Kendari.


Editor: Wiwid Abid Abadi

Berita BerikutnyaWali Kota Kendari Libatkan 73 OPD jadi Orang Tua Asuh Ratusan Anak Stunting
Bagikan:

Baca Juga