Baru Tiga Hari Jadi PPPK, Pria di Konawe Ditangkap Polisi Gegara KDRT


Kendari - Baru tiga hari menikmati status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), seorang pria di Konawe harus berakhir di balik jeruji. HA (41), warga Kecamatan Unaaha, ditangkap polisi usai diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.
Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat, kepada media ini, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa, 16 September 2025, sekitar pukul 13.00 WITA.
Awalnya, HA meminta istrinya menghubungi keluarga untuk meminjam uang. Namun tak lama setelah itu, amarah pelaku memuncak.
“Pelaku memukul pipi korban hingga terjatuh, lalu menyuruhnya masuk ke kamar. Saat korban menolak, pelaku kembali memukul bagian kepala hingga menimbulkan luka bengkak,” jelas Taufik.
Korban yang ketakutan mencoba berlari masuk ke kamar, tetapi pelaku menyusul dan hendak melanjutkan aksinya. Beruntung, anak mereka yang berada di lokasi berhasil mencegah perbuatan ayahnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami nyeri di kepala dan pipi. Ia kemudian melapor ke polisi.
Usai menjalani pemeriksaan enam jam di Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Konawe, HA resmi ditahan.
Pelaku dijerat dengan Pasal 44 Ayat (1) jo Pasal 5 huruf a, subsider Ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta subsider Pasal 351 Ayat (1) KUHP, dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.
Kini, HA mendekam di sel tahanan Polres Konawe untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaSatu Tersangka Konflik Lahan Sawah di Konawe Mengaku Dijanjikan 1 Hektare
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







