Satu Tersangka Konflik Lahan Sawah di Konawe Mengaku Dijanjikan 1 Hektare


Konawe - Konflik lahan di Desa Tawamelewe, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terus memanas dan kini memasuki ranah hukum. Polres Konawe telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.
Dari penyidikan, terungkap salah satu tersangka berinisial A mengaku terlibat karena dijanjikan sebidang tanah oleh pihak yang tidak memiliki dasar hukum.
Kasus ini menyingkap praktik ilegal pembagian lahan tanpa legitimasi, yang berujung pada tindak pidana hingga menimbulkan gesekan sosial di masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Taufik Hidayat menjelaskan, ketiga tersangka terlibat dalam perkara berbeda namun semuanya berkaitan dengan pendudukan dan sengketa lahan.
Salah satu tersangka, G (42), diketahui pernah menjalani hukuman atas kasus penganiayaan dan masih menunggu proses sidang untuk perkara perusakan. Tersangka lain, A (20), kini ditangani Polda Sultra, sementara E (34) belum ditahan.
Dalam pemeriksaan, A mengaku ikut menduduki lahan karena tergiur iming-iming satu hektare tanah. “Saya ikut karena dijanjikan satu hektare. Bahkan saya sudah sempat menanam, tapi tanaman saya disemprot sampai mati,” ungkap A saat ditemui di Mapolda Sultra.
Pengakuan itu diperkuat keterangan sejumlah saksi lain. Menurut Taufik, ada beberapa orang yang mengaku dijanjikan lahan oleh pihak yang sama, meski tidak memiliki legalitas atas tanah tersebut.
“Saat ini sudah ada tiga orang yang ditetapkan tersangka. Dua di antaranya sudah ditahan,” ujarnya.
Penyidikan kasus ini masih terus berjalan. Polisi telah memasukkan beberapa nama dalam Daftar Pencarian Saksi (DPS) dan membuka kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah seiring perkembangan penyidikan.
Polres Konawe mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur janji pembagian lahan tanpa dasar hukum. Warga diminta selalu memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan yang bisa berujung kerugian.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPolres Konawe Tetapkan Tiga Tersangka Konflik Lahan di Uepai
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







