Bocah SD di Konawe Utara Dianiaya Pelajar SMK, Korban Menderita 48 Luka Tusuk


Konawe Utara - Seorang bocah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), harus mendapat perawatan medis setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan gunting.
Korban berinisial F. Bocah tersebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuh setelah diduga dianiaya oleh seorang remaja berinisial IR yang diketahui merupakan tetangganya dan masih berstatus sebagai pelajar SMK.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Pasar Rakyat Molawe, Kelurahan Molawe, Kecamatan Molawe, Konawe Utara, Jumat malam (2/10/2026).
Orang tua korban, Erna (46), mengatakan luka yang dialami F tersebar di sejumlah bagian tubuh, mulai dari kepala, leher, punggung, tangan, lengan, kaki hingga sekitar telinga.
Dari sejumlah luka tersebut, keluarga menyebut kondisi luka pada bagian belakang leher, kepala dan telinga menjadi yang paling mengkhawatirkan.
“Yang parah itu tusukan di belakang leher, bagian telinga, dan kepala,” kata Erna saat dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2026).
Erna menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang diterima keluarga, terdapat 48 luka tusuk pada tubuh korban. Namun, jumlah dan kondisi luka tersebut masih berdasarkan keterangan keluarga terkait hasil pemeriksaan medis.
Usai kejadian, F langsung dibawa ke Puskesmas Molawe untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Wanggudu.
Selain mengalami luka fisik, korban juga disebut mengalami trauma setelah peristiwa tersebut.
Keluarga menduga penganiayaan dilakukan oleh IR, seorang remaja yang diketahui merupakan tetangga korban dan masih duduk di kelas II SMK.
Kapolsek Molawe, IPDA Bangkit Prasetyo, membenarkan adanya penanganan kasus tersebut.
Ia mengatakan perkara tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Konawe Utara lantaran melibatkan anak di bawah umur.
Menurut Bangkit, personel Polsek Molawe hanya melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP).
Sementara terduga pelaku langsung dibawa ke Polres Konawe Utara pada malam kejadian untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaEkspor Sultra Naik 23,13 Persen, Tiongkok Serap 95,30 Persen
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







