Cabuli Empat Santriwati, Pimpinan Pesantren di Muna Barat Ditangkap Polisi


Kendari - Satreskrim Polres Muna menangkap pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As Saniy di Kabupaten Muna Barat berinisial MJ (35) atas dugaan pencabulan terhadap empat santriwati.
Pelaku ditangkap pada Kamis, 5 Maret 2025 dan langsung ditahan di Mapolres Muna usai dilakukan serangkaian pemeriksaan.
Sebanyak 4 santriwati yang menjadi korban MJ telah melaporkan kasus ini ke Polres Muna pada akhir 2025.
Selain perkosaan, MJ juga diduga mencabuli santriwati dengan modus beragam, mulai dari setor hafalan Al Qur'an hingga uji nyali di hutan saat malam hari.
Kasih Humas Polres Muna IPTU Jufri bilang, MJ diduga melakukan kekerasan seksual sejak 2023 hingga 2024 di beberapa lokasi, seperti di pesantren Darul Mukhlasin Assaniy, Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat.
Selain itu, MJ melakukan perbuatan tak terpuji di Desa Lahaji, Kecamatan Napano Kusambi, dan Desa Bakeramba, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat.
"Saat ini tersangka MJ sudah ditahan," ujar IPTU Jufri dalam keterangan tertulisnya.
Kuasa hukum korban, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) MIA Nusantara, La Ode Suparno Tammar menjelaskan, tiga dari empat korban kekerasan seksual merupakan anak di bawah umur.
Tersangka MJ melakukan aksi bejat terhadap keempat korban dengan berbagai modus, salah satunya seperti menyetor hafalan Al Qur'an. MJ menarget korban dengan memberikan kesempatan paling terakhir.
"Modusnya setoran hafalan sendiri - sendiri dan diberikan kesempatan terakhir di dalam ruangan. Sementara santri yang lain masuk bersamaan," ungkap Suparno Tammar kepada kendarihariini.com beberapa waktu lalu.
Selain itu, modus lain yang dilakukan oleh MJ yakni mengajak korban seorang diri untuk uji nyali di hutan pada malam hari seusai Salat Isya. Di dalam hutan, para korban dilecehkan hingga diperkosa.
"Ada uji nyali, mereka dibawa ke hutan supaya tidak takut jin dengan setan. Itu sendiri-sendiri dan ditemani oleh ustadz, malam setelah (salat) Isya," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaWamen PKP Fahri Hamzah Tinjau Kawasan Kumuh di Kendari Bersama Wali Kota Siska
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







