Dua Penyuap Proyek RSUD Kolaka Timur Segera Disidang di PN Kendari


Kendari - Kasus dugaan suap pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur senilai Rp126 miliar memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi merampungkan penyidikan terhadap dua pihak swasta yang berperan sebagai penyuap dalam proyek tersebut.
“Proses pelimpahan surat dakwaan dan berkas perkara Terdakwa Arif Rahman dkk ke Pengadilan Tipikor pada PN Kendari rampung, hari ini (27/10),” kata Jaksa KPK Muhammad Albar Hanafi kepada wartawan, Senin (27/10).
Kedua terdakwa yang dimaksud ialah Deddy Karnady dan Arif Rahman. Keduanya merupakan pihak dari PT Pilar Cerdas Putra (PCP) dan KSO PT PCP, perusahaan yang memenangkan tender proyek RSUD Kolaka Timur yang kini diselimuti aroma suap dan gratifikasi.
Menurut Albar, kedua terdakwa juga telah dipindahkan ke Rutan Kelas IIA Kendari untuk menunggu proses persidangan.
“Telah selesai dilaksanakan proses pemindahan tempat penahanan dari kedua Terdakwa tersebut ke Rutan Kelas IIA Kendari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, koordinasi dilakukan secara intensif dengan Kejari Kendari dan Polda Sulawesi Tenggara guna memastikan kelancaran proses hukum di tahap persidangan.
“Koordinasi intensif dengan pihak Kejari Kendari maupun Polda Sulawesi Tenggara turut dilaksanakan untuk mendukung kelancaran selama proses persidangan,” tambahnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Kendari, sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan akan digelar pada Rabu (29/10) pukul 09.00 WITA di ruang Pengadilan Tipikor PN Kendari.
Keduanya akan dihadirkan langsung untuk mendengarkan dakwaan jaksa.
Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Agustus 2025 yang dilakukan serentak di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Jakarta.
Dalam operasi itu, KPK mengamankan 12 orang dan menetapkan lima sebagai tersangka: Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, pejabat Kemenkes Andi Lukman Hakim, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ageng Dermanto, serta dua pihak swasta, Deddy Karnady dan Arif Rahman.
KPK menduga Abdul Azis meminta commitment fee sebesar Rp9 miliar dari nilai proyek RSUD Kolaka Timur.
Dari jumlah tersebut, penyidik menemukan bukti bahwa Abdul Azis telah menerima aliran dana senilai Rp1,6 miliar yang disamarkan melalui berbagai transaksi perantara.
Editor: Redaksi
Berita Berikutnya18 Motor Curian Disita Polres Konawe, Korban Bisa Ambil Gratis, Ini Syaratnya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







