Kabut Asap di Sultra Semakin Tebal, Jarak Pandang di Kendari Kurang dari 5 Kilometer

Sultranesia
2 Min Baca
Kabut Asap di Sultra Semakin Tebal, Jarak Pandang di Kendari Kurang dari 5 Kilometer
Kondisi di sekitar Teluk Kendari. Masjid Al Alam nampak diselimuti asap. Foto: Sultranesia.com.

Kendari - Kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin tebal pada Senin, 12 Oktober 2026. Kondisi ini bahkan telah masuk kategori sedang, dengan jarak pandang di sejumlah lokasi, termasuk Kota Kendari dan sekitarnya, kurang dari lima kilometer.

Kabut asap terpantau semakin pekat, terutama sejak sore, malam hingga dini hari. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya transportasi darat, laut, dan udara.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan citra satelit pada 12 Oktober 2026, sebaran asap mulai menebal di sejumlah wilayah Sultra sejak dini hari hingga pagi.

"Dari hasil pantauan citra satelit per tanggal 12 Oktober 2026 sejak dini hari hingga pagi hari sebaran asap sudah mulai menebal di beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara. Di mana jarak pandang kurang dari 5 kilometer," jelas Faizal Habibie.

Ia memprediksi kondisi kabut asap akan semakin pekat menjelang sore hingga malam dan berlanjut sampai dini hari.

"Kami prediksi menjelang sore, malam hingga dini hari, hampir di seluruh wilayah Sultra itu kondisi asap semakin tebal dengan jarak pandang semakin pendek," imbuhnya.

Faizal mengatakan, kabut asap tersebut mulai memasuki wilayah Sultra sejak 28 September 2026. Berdasarkan hasil pemantauan, asap yang menyelimuti wilayah ini merupakan kiriman dari sejumlah daerah di Indonesia Timur, terutama Papua bagian selatan, Maluku, dan sekitarnya.

"Berdasarkan pantauan, asap ini berasal dari luar Sulawesi Tenggara. Walaupun di Sultra terjadi beberapa kebakaran, namun sebaran asap tebal ini berasal dari luar Sultra, terutama dari wilayah Indonesia Timur, yakni dari Papua bagian selatan, Maluku dan sekitarnya," katanya.

Ia menambahkan, pada awal kemunculannya, kabut asap yang masuk ke Sultra masih tergolong tipis. Namun, seiring berjalannya waktu, intensitasnya terus meningkat hingga masuk kategori sedang dan menyebar hampir ke seluruh wilayah Sultra.

"Kiriman asap di Sultra mulai terjadi sejak 28 September 2026, tapi kondisinya masih asap tipis. Namun, semakin hari kondisinya makin bertambah banyak dan masuk kategori sedang, dan itu terjadi hampir di seluruh wilayah Sultra," imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan media ini, kabut asap di Kota Kendari mulai terlihat semakin tebal sejak sore hari. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sejumlah wilayah semakin pendek.

"Untuk Kota Kendari sendiri, sejak sore hingga malam jarak pandang semakin pendek. Berdasarkan pantauan citra satelit kategorinya sedang," kata Faisal.

Faizal mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut. Pasalnya, jarak pandang kurang dari lima kilometer dapat mengganggu kelancaran transportasi, baik di darat, laut, maupun udara.

"Jarak pandang kurang dari 5 kilometer tentu sangat mengganggu bagi transportasi di darat, laut dan udara. Kami mengimbau kepada warga agar waspada jika jarak pandang berkurang sangat signifikan, terutama saat kondisi di bawah 3 kilometer," pungkasnya.


Editor: Wiwid Abid Abadi

Berita BerikutnyaPT Bososi Pratama Sah Milik Jason Kariatun, Pihak Lain Diminta Angkat Kaki dari Lokasi
Bagikan:

Baca Juga