Kepala Rutan Kendari Genjot Pembenahan dan Tegaskan Zero Halinar


Kendari – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari Alviantino Riski Satriyo langsung melakukan pembenahan terhadap pelayanan dan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sejak mulai menjabat pada akhir Agustus 2026.
Pembenahan diarahkan pada pemenuhan hak dasar WBP sekaligus penguatan pengawasan selama menjalani masa pidana. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi layanan kesehatan, sanitasi, penyediaan makanan, pembinaan keterampilan hingga penegakan aturan di dalam rutan.
Alviantino sebelumnya menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Klungkung, Bali. Di Rutan Kendari, ia menerapkan pemeriksaan kesehatan secara rutin dengan menugaskan petugas untuk mendatangi blok hunian secara bergilir setiap hari.
“Setiap hari kita lakukan pemeriksaan kesehatan secara bergilir, mulai dari blok A, kemudian blok B dan seterusnya sampai blok F, setelah itu kembali lagi ke blok A,” kata Alviantino, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, pola tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan WBP dapat terpantau secara berkala. Keluhan yang membutuhkan penanganan juga diupayakan dapat ditindaklanjuti tanpa prosedur administrasi yang memperlambat pelayanan.
“Sekarang kalau ada yang sakit, kita periksa langsung dan kalau memang membutuhkan obat, kita berikan saat itu juga. Jadi tidak perlu menunggu proses yang panjang,” ujarnya.
Pembenahan berikutnya menyasar sanitasi air. Alviantino mengatakan kondisi air sebelumnya kurang baik dan berwarna kuning. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena air merupakan bagian dari kebutuhan dasar yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari WBP.
“Air juga kita benahi. Sebelumnya kondisi air kurang bagus dan berwarna kuning. Ini harus kita perbaiki karena air digunakan untuk berbagai kebutuhan WBP sehari-hari,” katanya.
Aspek pemenuhan kebutuhan makanan juga masuk dalam evaluasi pelayanan. Alviantino memastikan penyediaan makanan bagi WBP tetap menjadi bagian dari tanggung jawab Rutan Kendari selama proses pembinaan berlangsung.
“Untuk makanan WBP juga kita pastikan lebih layak dan lebih baik,” ujarnya.
Sementara dalam aspek pembinaan, Rutan Kendari memberikan pelatihan keterampilan, termasuk kerajinan tangan. Program tersebut diarahkan untuk memberikan bekal kepada WBP agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidananya.
“Kita ingin ketika mereka keluar nanti punya keterampilan. Harapannya, mereka bisa punya bekal untuk menjalani kehidupan setelah bebas dan tidak kembali melakukan tindak pidana,” tegasnya.
Di tengah pembenahan pelayanan, Alviantino menekankan bahwa aturan tetap menjadi dasar dalam pengelolaan rutan. Ia memastikan tidak ada WBP yang memperoleh perlakuan khusus dan seluruh hak diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
“Tidak ada yang kita istimewakan. Semua mendapatkan haknya sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Alviantino juga mempertegas penerapan zero halinar, yakni pemberantasan handphone, pungutan liar dan narkoba di lingkungan Rutan Kendari. Menurutnya, pembinaan harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan penegakan disiplin.
“Komitmen kita zero halinar. Kalau ada yang melanggar, kita tidak akan tinggal diam. Kita berikan sanksi, dan kalau memang masuk ranah hukum, kita proses secara hukum,” tegas Alviantino.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPolda Sultra Tangkap Passobis Modus Kuota Internet Gratis, Korban Rugi Rp215 Juta
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







