Kepala Rutan Kendari Genjot Pembenahan dan Tegaskan Zero Halinar

Sultranesia
2 Min Baca
Kepala Rutan Kendari Genjot Pembenahan dan Tegaskan Zero Halinar
Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Alviantino Riski Satriyo. Foto: Dok. Denyi Risman/Sultranesia.com.

Kendari – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari Alviantino Riski Satriyo langsung melakukan pembenahan terhadap pelayanan dan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sejak mulai menjabat pada akhir Agustus 2026.

Pembenahan diarahkan pada pemenuhan hak dasar WBP sekaligus penguatan pengawasan selama menjalani masa pidana. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi layanan kesehatan, sanitasi, penyediaan makanan, pembinaan keterampilan hingga penegakan aturan di dalam rutan.

Alviantino sebelumnya menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Klungkung, Bali. Di Rutan Kendari, ia menerapkan pemeriksaan kesehatan secara rutin dengan menugaskan petugas untuk mendatangi blok hunian secara bergilir setiap hari.

“Setiap hari kita lakukan pemeriksaan kesehatan secara bergilir, mulai dari blok A, kemudian blok B dan seterusnya sampai blok F, setelah itu kembali lagi ke blok A,” kata Alviantino, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, pola tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan WBP dapat terpantau secara berkala. Keluhan yang membutuhkan penanganan juga diupayakan dapat ditindaklanjuti tanpa prosedur administrasi yang memperlambat pelayanan.

“Sekarang kalau ada yang sakit, kita periksa langsung dan kalau memang membutuhkan obat, kita berikan saat itu juga. Jadi tidak perlu menunggu proses yang panjang,” ujarnya.

Pembenahan berikutnya menyasar sanitasi air. Alviantino mengatakan kondisi air sebelumnya kurang baik dan berwarna kuning. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena air merupakan bagian dari kebutuhan dasar yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari WBP.

“Air juga kita benahi. Sebelumnya kondisi air kurang bagus dan berwarna kuning. Ini harus kita perbaiki karena air digunakan untuk berbagai kebutuhan WBP sehari-hari,” katanya.

Aspek pemenuhan kebutuhan makanan juga masuk dalam evaluasi pelayanan. Alviantino memastikan penyediaan makanan bagi WBP tetap menjadi bagian dari tanggung jawab Rutan Kendari selama proses pembinaan berlangsung.

“Untuk makanan WBP juga kita pastikan lebih layak dan lebih baik,” ujarnya.

Sementara dalam aspek pembinaan, Rutan Kendari memberikan pelatihan keterampilan, termasuk kerajinan tangan. Program tersebut diarahkan untuk memberikan bekal kepada WBP agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidananya.

“Kita ingin ketika mereka keluar nanti punya keterampilan. Harapannya, mereka bisa punya bekal untuk menjalani kehidupan setelah bebas dan tidak kembali melakukan tindak pidana,” tegasnya.

Di tengah pembenahan pelayanan, Alviantino menekankan bahwa aturan tetap menjadi dasar dalam pengelolaan rutan. Ia memastikan tidak ada WBP yang memperoleh perlakuan khusus dan seluruh hak diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada yang kita istimewakan. Semua mendapatkan haknya sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Alviantino juga mempertegas penerapan zero halinar, yakni pemberantasan handphone, pungutan liar dan narkoba di lingkungan Rutan Kendari. Menurutnya, pembinaan harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan penegakan disiplin.

“Komitmen kita zero halinar. Kalau ada yang melanggar, kita tidak akan tinggal diam. Kita berikan sanksi, dan kalau memang masuk ranah hukum, kita proses secara hukum,” tegas Alviantino.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaPolda Sultra Tangkap Passobis Modus Kuota Internet Gratis, Korban Rugi Rp215 Juta
Bagikan:

Baca Juga