Kepala Wilker Kolaka Utara Diincar? Aspidsus Kejati: Penetapan Tersangka Masih Dikaji


Kendari - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi di sektor pertambangan ore nikel ilegal di wilayah Kolaka Utara.
Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Kepala Wilayah Kerja (Wilker) Kolaka Utara berinisial I.
Pejabat yang berada di bawah struktur Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kolaka itu diketahui sudah diperiksa lebih dari satu kali oleh penyidik.
Pemeriksaan dilakukan lantaran dugaan keterlibatannya dalam pemberian izin sandar dan surat persetujuan berlayar (SPB) kepada kapal-kapal pengangkut ore nikel ilegal.
“Sudah semua, (inisial I) iya,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Iwan Catur Karyawan saat dikonfirmasi, Jumat (9/5).
Ketika ditanya apakah status Kepala Wilker Kolaka Utara bisa meningkat dari saksi menjadi tersangka, mengingat posisinya yang mengetahui aktivitas pemuatan ore nikel di wilayah tersebut, Iwan menjawab tegas namun hati-hati.
“Itu (penetapan tersangka) nantilah,” jelasnya.
Selain Kepala Wilker Kolaka Utara, penyidik telah memeriksa sekitar 20 orang saksi dalam perkara ini. Namun, tidak semua yang dipanggil menunjukkan itikad baik.
Menurut Iwan, masih ada beberapa saksi yang belum memenuhi panggilan meski telah disurati secara patut lebih dari satu kali.
“Untuk saksi-saksi yang kita sudah panggil secara patut, dan sudah dua kali agar segera memenuhi kewajibannya sebagai warga negara yang taat hukum untuk memenuhi panggilan tersebut,” tukasnya.
Penyidikan masih terus berlanjut. Nama-nama yang diperiksa dalam kasus ini kemungkinan besar akan bertambah seiring berkembangnya alat bukti dan keterangan yang dikumpulkan oleh penyidik.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPolres Muna Gerebek Parkir Liar di Pasar Laino, 5 Juru Parkir Ilegal Diamankan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







