Kota Kendari Gandeng Dua Kabupaten Tetangga untuk Kendalikan Inflasi

Sultranesia
1 Min Baca
Kota Kendari Gandeng Dua Kabupaten Tetangga untuk Kendalikan Inflasi
Kesepakatan ini ditandatangani dalam Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025 yang digelar Bank Indonesia di salah satu hotel di Kendari, Selasa (30/9). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di Sulawesi Tenggara kembali mendapat perhatian serius. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menjalin kerja sama antar daerah dengan Bupati Konawe dan Bupati Konawe Selatan, dua kabupaten tetangga dekat Kota Kendari.

Kesepakatan ini ditandatangani dalam Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025 yang digelar Bank Indonesia di salah satu hotel di Kendari, Selasa (30/9).

Penandatanganan tersebut disaksikan Sekda Sulawesi Tenggara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Sekda Kota Kendari, serta para undangan yang hadir.

Wali Kota Kendari Siska Karina menegaskan, kolaborasi antar daerah merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan inflasi, khususnya terkait ketersediaan pasokan pangan.

“Jika Kendari mengalami kekurangan bahan pokok, kita bisa menyerap dari Konawe atau Konawe Selatan yang menjadi sentra produksi. Sebaliknya, Kendari siap menjadi pasar penyangga ketika daerah lain membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya menyangkut distribusi pangan, tetapi juga bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi yang menekankan pentingnya sinergi antar daerah. Ia menambahkan, inflasi di Kendari saat ini berada di bawah 3 persen, lebih rendah dari rata-rata inflasi provinsi.

“Keberhasilan ini juga didukung oleh program rutin Gerakan Pasar Murah (GPM) yang kami jalankan,” kata Siska.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, menyebut Forkestra menjadi forum penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Menurutnya, pengendalian inflasi yang baik akan membuka jalan bagi hilirisasi pangan, pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, hingga ekonomi hijau.

“Dengan inflasi yang terjaga, daya saing global bisa meningkat dan pertumbuhan ekonomi berjalan lebih berkelanjutan,” jelas Edwin.

Sementara itu, Sekda Sultra, Asrun Lio, yang hadir mewakili Gubernur Andi Sumangerukka, mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik.

“Pertumbuhan harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja, apalagi kita tengah menghadapi bonus demografi,” tegasnya.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaJejak Perselingkuhan Oknum Prajurit Yonif 725 Terbongkar, Hubungan Terlarang Berulang di Hotel Kendari
Bagikan:

Baca Juga