Lapas dan Rutan di Sultra Overkapasitas, Penuh Sesak dengan Napi Narkoba


Kendari - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulardi, mengungkapkan kondisi memprihatinkan Lapas dan Rutan yang ada di Bumi Anoa.
Kata Sulardi, kondisi seluruh Lapas dan Rutan yang ada di Sultra sudah overkapasitas.
Seluruh Lapas dan Rutan yang ada, lanjut Sulardi, dipenuhi dengan narapidana kasus narkotika yang mencapai 60 persen dari total warga binaan se-Sultra sebanyak 3.581 orang.
"Jadi, untuk gambaran Lapas, Rutan se-Sultra sebenarnya sudah sangat overkapasitas, dari overkapasitas itu, hampir 60 persen adalah kasus narkotika," kata Sulardi usai menggelar kegiatan penanaman kelapa serentak di Lapas Kelas IIA Kendari, Selasa (9/9).
Butuh Lapas Baru Khusus Narkotika
Sulardi mengungkapkan, satu-satunya cara untuk menangani overkapasitas tersebut adalah dengan pembangunan Lapas baru khusus narkotika.
Selain untuk mengurangi overkapasitas, Lapas baru juga dibutuhkan agar pembinaan lebih efektif.
"Oleh karena itu, usulan kami kepada Pemerintah Pusat adalah pembangunan Lapas Khusus Narkotika," katanya.
"Pertama, untuk mengurangi over kapasitas dari Lapas-lapas dan Rutan yang ada, di samping itu juga agar pembinaan lebih efektif, karena khusus," imbuhnya.
Sulardi bilang, pihaknya sudah mengusulkan ke pemerintah pusat pembangunan Lapas baru, lahannya juga sudah disiapkan, saat ini menunggu keputusan pusat.
"Kita sudah mengajukan usulan untuk pembangunannya, dan lahan yang akan kita gunakan juga sudah ada, ada di belakang Lapas Anak. Tapi kalau memang Pemprov Sultra memberi dukungan lahan, ya nanti bisa kita berkolaborasi," ungkapnya.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, juga menyampaikan kesiapan Pemprov membantu Kanwil Ditjenpas Sultra menyiapkan lahan untuk pembangunan Lapas baru.
"Terkait itu kalau mereka kesulitan mencari lahan, kami Pemerintah Provinsi siap mencarikan lahan untuk diserahkan ke Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekarang kita sedang mendata lahan (Pemprov) mana yang cocok," tegas Andi Sumangerukka.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKorupsi JKN-BOK Muna: Eks Kadinkes dan Kasubag Keuangan Resmi Jadi Tersangka
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







