Niat Mediasi Warga di Konawe yang Berselisih, Anggota Polisi Malah Diserang Pakai Sajam

Sultranesia
2 Min Baca
Niat Mediasi Warga di Konawe yang Berselisih, Anggota Polisi Malah Diserang Pakai Sajam
Detik-detik warga serang polisi pakai badik. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Seorang anggota Polsek Soropia menjadi korban penikaman saat menjalankan tugas memediasi kasus dugaan pencemaran nama baik di Desa Atowatu, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (22/7) malam.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 Wita ketika personel kepolisian tengah berupaya menyelesaikan persoalan yang dipicu dugaan pencemaran nama baik.

Peristiwa tersebut berawal dari laporan Marwan (50), warga Desa Atowatu, yang mengaku kehilangan dompet berisi uang sekitar Rp1 juta beserta sejumlah dokumen saat bekerja membersihkan kebun pada Rabu (16/7).

Marwan kemudian menyampaikan kejadian itu kepada Arlin (43), yang diketahui merupakan Panglima Hell Ormas Fordati (Forum Pemuda Adat Tolaki) dan saat itu tinggal di Desa Atowatu.

Pada Rabu (22/7) sekitar pukul 18.30 Wita, Arlin memanggil Arjun yang dicurigai sebagai pelaku pencurian berdasarkan informasi dari Marwan yang mengaku mendapat petunjuk dari seorang dukun.

"Dalam pertemuan itu, Arjun merasa dituduh sebagai pelaku sehingga tidak menerima perlakuan tersebut," kata Kompol Welli, Kamis (23/7) malam.

Arjun kemudian mendatangi rumah Kepala Desa Atowatu untuk mengadukan persoalan tersebut. Pemerintah desa bersama aparat kepolisian selanjutnya melakukan mediasi guna menyelesaikan dugaan pencemaran nama baik.

Saat mediasi berlangsung, Bhabinkamtibmas Desa Atowatu Aiptu Zainal bersama Kanit Patroli Polsek Soropia Aiptu Agus Saputra hadir untuk mengamankan jalannya proses penyelesaian masalah.

Di tengah mediasi, seorang pria bernama Gito Rolis tiba-tiba datang dan diduga berusaha memicu keributan. Polisi kemudian memintanya meninggalkan lokasi. Namun, saat berdiri, Gito Rolis menendang kursi sehingga situasi kembali memanas.

Mediasi sempat dilanjutkan, tetapi tidak lama kemudian suami Kepala Desa Atowatu, Herianto, datang dalam keadaan marah setelah mendengar adanya keributan di rumahnya. Tak berselang lama, Gito Rolis kembali muncul di halaman rumah kepala desa dan kembali membuat keributan.

Saat Aiptu Zainal dan Aiptu Agus Saputra bersama sejumlah warga berupaya menenangkan situasi, Gito Rolis diduga tiba-tiba mengeluarkan sebilah badik dan menikam Aiptu Zainal.

"Serangan itu mengakibatkan baju dinas korban robek akibat sabetan senjata tajam," katanya.

Usai menyerang Aiptu Zainal, pelaku juga sempat mengejar Aiptu Agus Saputra. Beruntung, aksi tersebut berhasil dihalangi warga sehingga pelaku akhirnya meninggalkan lokasi.

Kedua anggota polisi bersama warga kemudian kembali ke Mako Polsek Soropia untuk meminta bantuan personel lainnya.

"Pelaku berhasil diamankan dan kini menjalani proses hukum di Polsek Soropia," bebernya.

Berdasarkan hasil sementara kepolisian, pelaku diduga melakukan penyerangan dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi minuman keras tradisional.

Polisi juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut diduga berkaitan dengan dinamika dua kelompok ormas di Desa Atowatu, yakni Tamalaki Pobende Wonua yang dipimpin Herianto dengan sekitar 60 anggota dan Fordati yang dipimpin Idwan dengan sekitar 10 anggota. Kedua kelompok tersebut disebut tidak sejalan.

Selain itu, keberadaan Arlin yang dikenal sebagai Panglima Hell Tamalaki di Desa Atowatu disebut aparat kerap memicu berbagai persoalan di wilayah tersebut.

Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan motif penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang bertugas.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaMPM Unsultra Desak KPK Periksa Lonjakan Kekayaan Gubernur Andi Sumangerukka
Bagikan:

Baca Juga