Oknum Polisi Diduga Dalangi Penyelundupan 10 Ton Solar Ilegal di Kolaka Utara


Kolaka Utara - Dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam praktik ilegal kembali mencuat di Kabupaten Kolaka Utara. Seorang oknum polisi berinisial U diduga kuat menjadi dalang penyelundupan 10 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal yang masuk ke wilayah tersebut.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, solar ilegal tersebut dikemas dalam ratusan jerigen dan berasal dari salah satu gudang penyimpanan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pengiriman dilakukan lewat jalur laut dan dibongkar secara diam-diam di sekitar perairan Desa Lambai, Kecamatan Lambai, Kolaka Utara.
“Solarnya Pak U, disuplai dari salah satu gudang di Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (23/6).
Modus operandi para pelaku disebut sangat rapi. Mereka memanfaatkan kapal ferry dan kapal-kapal kecil untuk menyusuri jalur pesisir terpencil, jauh dari jangkauan patroli rutin aparat. Lokasi pendaratan pun dipilih di titik-titik minim pengawasan agar sulit terdeteksi.
Penelusuran media ini juga menemukan bahwa pola penyelundupan serupa bukan hal baru di wilayah tersebut. Pada tahun 2013, Polres Kolaka Utara pernah menyita 177 jerigen atau sekitar 6 ton solar ilegal dari sebuah rumah kosong di Desa Lambai. Meski telah berlalu lebih dari satu dekade, pola operasinya masih tampak identik.
Sejumlah warga Desa Lambai mengaku resah dengan aktivitas bongkar muat jerigen solar yang mereka saksikan berulang kali. Namun, rasa takut membuat mereka enggan bicara terbuka.
“Sudah beberapa kali kami lihat kegiatan itu, tapi kami takut bicara,” kata salah seorang warga yang juga enggan disebutkan namanya.
Saat dikonfirmasi, oknum polisi berinisial U yang dikaitkan dalam praktik penyelundupan tersebut memberi pernyataan singkat. “Belum tentu itu barangnya adek,” ujarnya.
Penyelundupan BBM ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan negara dari sisi penerimaan energi dan berpotensi memicu kelangkaan di tingkat lokal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Kolaka Utara terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam jaringan BBM ilegal ini.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaBelum Genap 2 Bulan Menjabat Camat Wuawua Dicopot, Dugaan Skandal Mencuat
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







