Peras Perusahaan Tambang, Ketua LSM di Kendari Ditangkap Polisi


Kendari - Aksi pemalangan dan penghentian kendaraan pengangkut ore nickel yang diduga disertai pemerasan terhadap perusahaan tambang berujung pada penangkapan seorang Ketua LSM di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pria berinisial BA, yang diketahui menjabat sebagai Ketua LSM Kapita Lau Bondoala Sampara diamankan Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari dengan bantuan personel Polsek Kolaka.
BA sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polresta Kendari tahun 2026.
Ia diduga terlibat dalam tindak pidana pemerasan dan pengancaman secara bersama-sama dengan mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) terhadap manajemen perusahaan pertambangan PT ST Nickel Resources.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengungkapkan penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 18.50 Wita.
"BA diamankan di Jalan TMD, Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka," jelas Kompol Welliwanto, Jumat (28/8/2026).
Dalam kasus tersebut, polisi menyebut kelompok yang mengatasnamakan Ormas sebelumnya melakukan pemalangan dan penghentian terhadap truk pengangkut ore nickel milik PT ST Nickel Resources.
Aksi itu terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 Wita di Pertigaan Abeli Dalam, Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu.
"Pemalangan dilakukan dengan dalih kendaraan truk tersebut mengalami over load," ungkapnya.
Sehari kemudian, Rabu, 25 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 Wita, dilakukan pertemuan antara perwakilan manajemen PT ST Nickel Resources dengan perwakilan Ormas.
Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Pihak Ormas disebut tetap menahan kendaraan pengangkut ore nickel milik perusahaan.
Dalam komunikasi selanjutnya, pihak Ormas diduga mengancam akan terus menahan kendaraan perusahaan hingga diberikan jatah bulanan kepada pihak mereka.
Atas dugaan tindakan pemerasan dan pengancaman tersebut, pihak perusahaan merasa keberatan dan mengaku mengalami kerugian materiil sebesar Rp 99,1 juta.
Kasus itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari melakukan pencarian terhadap BA yang telah ditetapkan sebagai DPO.
Dari penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai sebesar Rp29,8 juta serta tangkapan layar percakapan antara seseorang berinisial Fi dengan BA.
Dalam pemeriksaan awal, BA mengakui ikut terlibat dan hadir pada hari pertama pemalangan serta penghentian kendaraan truk pengangkut ore nickel.
BA juga mengakui hadir dalam pertemuan pertama dengan pihak PT ST Nickel Resources di Cafe Eben Heazer di Kendari.
Pertemuan tersebut dilakukan dalam kapasitas BA sebagai perwakilan LSM untuk membahas persoalan pemalangan kendaraan.
Polisi juga mendalami aliran dana yang diterima BA. Dalam pemeriksaan, BA mengakui pernah menerima uang sebesar Rp 500 ribu dari seseorang berinisial Fi pada 4 Maret 2026.
BA juga mengakui uang yang diterimanya dari F merupakan uang koordinasi dari PT ST Nickel Resources untuk Ormas maupun LSM pendamping.
Kasus ini bukan kali pertama ditangani polisi. Sebelumnya, tim penyidik juga telah mengamankan sejumlah tersangka lain dalam dugaan tindak pidana pemerasan dan pengancaman secara bersama-sama dengan mengatasnamakan Ormas. Mereka masing-masing berinisial D, AS, AFK, AR, dan LW.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaAktivitas PT Toshida Terhenti, Kementerian Kehutanan Minta IPIP Jamin Akses Jalan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







