PPNS Sultra Krisis Sumber Daya, Kakanwil Kemenkum Minta Dukungan Ditjen AHU


Jakarta - Penegakan hukum di Sulawesi Tenggara (Sultra) ibarat kapal yang berlayar di tengah badai, dihadang gelombang besar bernama keterbatasan sumber daya dan minimnya koordinasi antarinstansi. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di daerah ini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari kurangnya pelatihan hingga sarana yang belum memadai.
Melihat situasi ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kakanwil Kemenkum) Sultra, Topan Sopuan, mengambil langkah proaktif dengan mendatangi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) di Jakarta. Dalam pertemuan yang berlangsung Senin (10/03), ia menyampaikan langsung kegelisahannya kepada Direktur Pidana Ditjen AHU, Henry Sulaiman.
“PPNS adalah ujung tombak penegakan hukum di daerah. Kami ingin memastikan bahwa PPNS di Sulawesi Tenggara memiliki kompetensi yang memadai dan dukungan yang optimal dalam menjalankan tugas mereka. Kami juga membahas kendala-kendala yang dihadapi PPNS di lapangan, seperti kurangnya sumber daya dan koordinasi dengan instansi lain, serta mencari solusi bersama,” tegas Topan.
Baginya, PPNS tidak bisa bekerja sendirian. Tanpa dukungan yang kuat, mereka ibarat prajurit yang dikirim ke medan perang dengan senjata tumpul. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar PPNS di Sultra dapat menjalankan tugasnya secara maksimal.
“Kami berharap Ditjen AHU dapat memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, bimbingan teknis, dan peningkatan sarana prasarana bagi PPNS di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Henry Sulaiman memastikan bahwa Ditjen AHU akan turun tangan. Ia mengapresiasi langkah Kakanwil Kemenkum Sultra dan menegaskan komitmen pusat untuk mencari solusi terbaik bagi penguatan PPNS di daerah.
“Kami akan menindaklanjuti masukan dari Kakanwil dan berupaya memberikan solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapi PPNS di Sulawesi Tenggara,” ujar Henry.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaAkademisi hingga Praktisi Hukum di Sultra Tegas Tolak Asas Dominus Litis
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







