Sederet Dugaan Pelanggaran PT ST Nikel Resources Dibongkar


Kendari - Sederet dugaan pelanggaran mencuat dalam aktivitas hauling ore nikel yang dilakukan PT ST Nikel Resources di Kota Kendari. Praktisi hukum Sulawesi Tenggara, Andre Darmawan, menilai persoalan ini tidak sederhana dan berpotensi menyeret isu hukum yang lebih besar.
Andre mengatakan, kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan yang baru-baru ini terjadi hanya bagian kecil dari persoalan yang sebenarnya.
"Masih banyak dugaan pelanggaran lain yang terjadi di lapangan dan perlu diusut secara menyeluruh," ujarnya, Selasa (7/4).
Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sultra itu mengungkapkan, berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Kendari, terdapat sejumlah indikasi pelanggaran serius oleh perusahaan.
Salah satunya terkait dugaan pelanggaran rute. Perusahaan disebut menggunakan jalur di luar dispensasi yang telah ditetapkan, seperti ruas Saosao-Puuwatu dan Jalan Tambo-Lepolano.
Selain itu, Andre juga menyoroti dugaan pelanggaran kuota angkutan. Berdasarkan izin dari BPJN, aktivitas hauling dibatasi maksimal 50 retase per malam. Namun, di lapangan ditemukan jumlah truk yang beroperasi bisa mencapai 131 unit per malam.
Tak hanya itu, dugaan over dimensi dan over load (ODOL) juga mencuat. Muatan truk dilaporkan mencapai 15 ton, padahal batas maksimal untuk jalan nasional hanya 8 ton.
Dari sisi administrasi, Andre menyebut masih banyak pengemudi truk yang tidak memenuhi syarat. Sejumlah sopir diduga hanya mengantongi SIM A, padahal seharusnya menggunakan SIM B sesuai ketentuan kendaraan angkutan berat.
Yang paling mengkhawatirkan, lanjutnya, adalah adanya dugaan aliran dana “uang pengamanan” yang nilainya disebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan. Isu ini dinilai perlu ditelusuri lebih dalam oleh aparat penegak hukum.
Andre pun mendesak aparat tidak berhenti pada penanganan kasus OTT semata, tetapi juga mengusut potensi tindak pidana korupsi yang mungkin terjadi di balik aktivitas tersebut.
Ia menduga adanya pembiaran oleh oknum tertentu yang memiliki kewenangan, sehingga aktivitas hauling tetap berjalan meski diduga melanggar berbagai aturan.
Menurutnya, penggunaan jalan umum tidak boleh merugikan masyarakat apalagi sampai merusak infrastruktur demi kepentingan korporasi.
Ia menegaskan, jika benar terdapat pihak yang menerima imbalan untuk membiarkan pelanggaran tersebut, maka hal itu sudah masuk ranah tindak pidana korupsi dan harus segera ditindak tegas.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPraktisi Hukum Soroti Dugaan Pembatasan Akses Air Terjun oleh PT SCM di Routa
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







