Seorang Wanita Pengedar Pil Ekstasi di Kendari Dibekuk Polisi


Kendari - Seorang wanita berinisial RN (29) yang menjadi pengedar narkoba jenis Pil Ekstasi ditangkap Satresnarkoba Polresta Kendari.
RN ditangkap di Jalan Mekar Jaya I Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu Kota Kendari pada Jumat (30/12) sekitar pukul 21.15 WITA.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti 30 butir pil ekstasi yang disembunyikan di kediamannya di Jalan Pattimura Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.
Kasatnarkoba Polresta Kendari, AKP Hamka mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari informasi masyarakat tentang gerak-gerik pelaku yang dicurigai sebagai pengedar narkoba.
Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan serangkaian penyelidikan.
Dalam proses penyelidikan, polisi mendapatkan petunjuk bahwa pelaku akan melakukan transaksi. Tak fikir panjang, polisi langsung melakukan penangkapan.
"Dari informasi itu anggota kami melakukan penyelidikan. Saat wanita itu lewat, diduga akan bertransaksi, tim kami langsung mengamankan yang bersangkutan," ungkap Hamka kepada media, Selasa (3/1).
AKP Hamka bilang, RN merupakan residivis kasus narkoba yang sebelumnya pernah dipenjara.
"Tersangka merupakan seorang residivis kasus narkoba. Awalnya RN ini mengelak. Namun saat dilakukan pengeledahan, ditemukan barang bukti 1 paket plastik bening diduga berisi 30 pil ekstasi yang disimpan di leher stan sepeda listrik yang dikendarainya," ungkapnya.
Barang haram itu, kata Hamka, diperoleh RN dari seseorang yang dia tidak kenal. Cara melakukan transaksi hanya lewat sambungan telepon, dan sistem tempel.
"Mereka berkomunikasi melalui telepon. Tersangka mengaku tidak kenal (orang yang pasok ekstasi). Ekstasi ditempel di sekitar Rumah Sakit Jiwa Kendari atas arahan telepon, lalu RN ambil dan edarkan," ungkap Hamka.
Pil tersebut rencananya akan diantarkan ke seseorang di Kendari yang juga tidak dia kenali. RN dijanjikan upah oleh orang tersebut jika berhasil mengantar paket pil ekstasi ke pemesan.
"Untuk nominal uang yang dijanjikan belum diketahui. Karena tersangka baru mengambil paket pil ekstasi tersebut," ujar Hamka.
"Saat ini kami masih melakukan pengembangan terhadap orang yang mengarahkan tersangka dan kepada siapa barang bukti tersebut akan dibawa," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaTak Segera Konfirmasi Tilang Elektronik, Siap-siap STNK Diblokir
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







