Sultra Masuk 10 Besar Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Tertinggi Nasional


Kendari – Di tengah deru aktivitas ekonomi dan masifnya industrialisasi, Sulawesi Tenggara (Sultra) membuktikan diri mampu menjaga keseimbangan ekosistem dengan menempati posisi peringkat ke-8 nasional dalam daftar Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Tertinggi Tahun 2025.
Berdasarkan Laporan Kinerja Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, capaian IKLH nasional pada tahun 2025, Sultra sendiri mencatatkan skor yakni 83,77, masuk dalam kategori sangat baik dan bersaing ketat dengan provinsi-provinsi kaya alam lainnya.
Dominasi kualitas lingkungan yang terjaga masih dipegang oleh wilayah timur Indonesia. Bentang alam Papua dan Sulawesi masih menjadi penyumbang utama kualitas udara, air, dan tutupan lahan yang sehat.
Berikut deretan provinsi dengan IKLH tertinggi berdasarkan skornya secara nasional:
- Papua Pegunungan: 88,55.
- Papua Tengah: 86,78.
- Papua Barat Daya 86,06.
- Sulawesi Tengah: 86,06.
- Kalimantan Utara: 85,99.
- Maluku Utara: 85,09.
- Papua Barat: 84,61.
- Sulawesi Tenggara: 83,77.
- Papua: 83,30.
- Aceh: 82,39.
Skor tinggi yang diraih Sultra merepresentasikan bahwa wilayah ini masih memiliki luasan tutupan hutan yang memadai, kualitas udara yang relatif bersih, serta tata kelola lingkungan yang masih terkontrol dengan baik.
Secara teknis, angka IKLH yang disandang daerah-daerah tersebut merupakan hasil kalkulasi dari empat indikator pembentuk utama, yakni:
- IKA: Indeks Kualitas Air sungai dan danau.
- IKU: Indeks Kualitas Udara perkotaan dan wilayah.
- IKL: Indeks Kualitas Lahan serta tutupan vegetasi.
- IKAL: Indeks Kualitas Air Laut di wilayah pesisir.
Capaian skor 83,77 ini menjadi sinyal positif bahwa pemda dan masyarakat Sultra berhasil menjaga napas lingkungan di tengah gempuran investasi. Meski demikian, mempertahankan predikat ini tentu bukan perkara mudah.
Tekanan alih fungsi lahan dan ekspansi industri pertanahan menuntut komitmen yang lebih kuat dari pemerintah daerah agar rapor hijau Bumi Anoa tidak luntur di tahun-tahun mendatang.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPolda Sultra Bongkar Sindikat Pengoplos BBM Subsidi, 8.000 Liter Solar dan Minyak Tanah Disita
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







