Temui Wamen KKP, Bupati Mubar Perjuangkan Tambak Udang Modern hingga Kampung Nelayan


Jakarta - Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), terus memperkuat upaya percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Bupati Muna Barat La Ode Darwin membawa sejumlah usulan program strategis saat bertemu Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) RI, Laksamana TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan Ashaf, di Jakarta, Rabu (29/7).
Dalam audiensi tersebut, La Ode Darwin mengajukan berbagai program prioritas, mulai dari pengembangan tambak udang modern, budidaya ikan berbasis teknologi, bantuan kapal nelayan, hingga penambahan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Muna Barat.
Darwin menjelaskan, Muna Barat memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar dapat dikembangkan secara maksimal.
Salah satu usulan utama adalah pengembangan modelling dan replikasi tambak udang terintegrasi yang menjadi program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemkab Muna Barat mengusulkan Desa Lasama, Kecamatan Tiworo Kepulauan, dan Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, sebagai lokasi pengembangan tambak udang modern tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pengembangan budidaya ikan air tawar tematik di sejumlah desa menggunakan kolam beton dengan sistem pengolahan air otomatis. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas dengan kapasitas hingga 60 ribu benih dalam satu instalasi, sekaligus lebih hemat penggunaan air.
Tak hanya sektor budidaya, Pemkab Muna Barat juga meminta dukungan pengadaan kapal nelayan modern untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Kami melihat ada kesesuaian antara program pemerintah pusat dengan visi pembangunan Kabupaten Muna Barat di sektor kelautan dan perikanan. Karena itu kami berharap berbagai usulan yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian dan dipertimbangkan untuk direalisasikan," kata La Ode Darwin.
Dalam kesempatan itu, Darwin juga memaparkan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Muna Barat. Saat ini, program tersebut telah berjalan di lima lokasi, yakni Desa Lasama, Desa Bangko, Desa Tondasi, Desa Latawe, dan Desa Tanjung Pinang dengan total anggaran sekitar Rp23 miliar.
Untuk memperluas manfaat program, Pemkab Muna Barat kembali mengusulkan pembangunan tujuh titik KNMP pada 2027. Lokasi yang diusulkan meliputi Pulau Gala, Pulau Pasipadangan, Pulau Maginti, Desa Tondasi, Pulau Katela, Pulau Tasipi, dan Pulau Tiga.
Menanggapi usulan tersebut, Wamen KKP Didit Herdiawan Ashaf mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam memperjuangkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Ia memastikan seluruh usulan akan menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan syarat pemerintah daerah segera melengkapi data teknis serta proposal sebagai dasar pelaksanaan program.
Didit juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Muna Barat. Ia mengaku pernah bertugas dan singgah di wilayah tersebut saat masih menjadi perwira muda TNI Angkatan Laut pada 1984.
"Tahun 1984 saya pernah ke sana. Jadi sama saja saya pulang kampung kalau di sana. Saya pernah menyelam di Pulau Mutiara (Kajuangin). Insya Allah kita akan bantu, yang penting dilengkapi data teknis dan proposalnya," ujar Didit.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Muna Barat dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna menghadirkan program-program strategis yang dapat mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Muna Barat, pimpinan DPRD Muna Barat, serta sejumlah anggota DPRD yang memberikan dukungan terhadap usulan program strategis tersebut.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKartu Kredit Warga Makassar Dibobol, Pelaku Balanjakan Emas-iPhone Rp 341 Juta di Kendari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







