Wali Kota dr Siska Optimistis Kendari Capai Zero Stunting 2026

Sultranesia
1 Min Baca
Wali Kota dr Siska Optimistis Kendari Capai Zero Stunting 2026
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mempercepat penurunan angka stunting hingga mencapai nol persen pada tahun 2026. Optimisme tersebut disampaikan menyusul tren penurunan prevalensi stunting yang terus menunjukkan hasil positif.

Siska mengungkapkan, berdasarkan dua sumber data resmi yakni Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), angka stunting di Kota Kendari mengalami penurunan signifikan.

Dari data mencatat prevalensi stunting turun dari 25,7 persen pada 2023 menjadi 24,4 persen di tahun 2024.

Sementara itu, data e-PPGBM per September 2025 menunjukkan angka yang jauh lebih rendah, yakni 1,82 persen. Capaian tersebut menjadi modal kuat bagi pemerintah kota untuk menuntaskan persoalan stunting dalam waktu dekat.

Menurut Siska, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan. Faktor lingkungan, sanitasi, hingga perilaku masyarakat turut berperan besar dalam menekan angka stunting.

"Saya optimis tahun ini Kendari bisa zero atau nol persen stunting,” ujar Siska, Sabtu, 31 Januari 2026.

Untuk mewujudkan target tersebut, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar terlibat aktif dan bekerja secara terpadu. Dinas Perumahan, Dinas Sosial, hingga Dinas Pekerjaan Umum diminta mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Siska juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD serta dukungan masyarakat dalam menyukseskan program penurunan stunting di Kota Kendari.

"Penanganan stunting harus terintegrasi. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita juga berharap masyarakat terus mendukung dan mensukseskan program-program yang sudah dirancang,” katanya.

Selain itu, seluruh lurah diinstruksikan untuk menyampaikan laporan rutin setiap hari Senin terkait kondisi warganya, termasuk masyarakat yang sakit maupun mengalami kekurangan pangan. Laporan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk melakukan intervensi cepat dan tepat sasaran.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini dan mempercepat penanganan, sehingga target zero stunting di Kota Kendari pada 2026 dapat benar-benar terwujud.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaMelawan saat Ditangkap, Pencuri 62 Motor Lintas Daerah di Sultra Ditembak Polisi
Bagikan:

Baca Juga