Wanita di Kendari Ditetapkan jadi Tersangka Judi Togel, Polisi Buru Bandarnya


Kendari - Polresta Kendari menetapkan seorang wanita muda berinisial NU berusia 26 tahun sebagai tersangka perjudian jenis togel pada Kamis (14/8).
NU sebelumnya ditangkap di sebuah lokasi Jalan Kedondong, Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, sehari sebelumnya.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin Louis Sengka, mengungkap, NU telah menjalankan praktik berjudian itu kurang lebih selama tujuh bulan.
Dari mengedarkan karcis judi togel itu, NU meraup untung berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per hari.
Kepada polisi, NU mengaku menjalankan bisnis gelap itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
"Tersangka menjual karcis judi togel ini untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Per hari tersangka ini bisa meraup keuntungan 100 sampai 150 ribu untuk menghidupi keluarganya,” ujar Edwin.
Selain tersangka, polisi juga mengankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai Rp 450 ribu diduga hasil menjual karcis togel, karcis togel, handphone, dan nomor handphone para pemain togal.
Kapolresta juga menanggapi adanya informasi beredar bahwa tersangka merasa ada yang membekingi. Kata dia, akan didalami.
“Kalau ada dugaan seperti itu (ada yang beking) ya pastilah (akan kami di dalami),” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau mengatakan bahwa tersangka ini hanya berperan sebagai penjual togel. Ada bandar togel yang menjadi atasan NU.
Kata AKP Welli, pihaknya akan menyelidiki keberadaan bandarnya.
“Peran NU ini hanya penjual nomor togel saja, ada bandar, dan bandarnya nanti kita dalami," ungkapnya.
Polisi kini terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan togel yang lebih luas di Kendari dan sekitarnya.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP, Pasal 303 bis KUHP, dan Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 25 juta.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDitlantas Polda Sultra Tindak Dump Truck Nakal di Kendari, Ini Pelanggarannya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







